Haul Gus Dur di Solo

Haul ke-9 Gus Dur di Solo, Sejumlah Orang dari Lintas Agama Sebar Pesan Damai dari Bapak Pluralisme

Koordinator aksi simpatik, Kopral Bagyo begitu akrab dipanggil mengatakan, aksi tersebut membawa pesan mendalam untuk masyarakat di mana pun berada.

Haul ke-9 Gus Dur di Solo, Sejumlah Orang dari Lintas Agama Sebar Pesan Damai dari Bapak Pluralisme
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Peserta aksi simpatik berjalan di kawasan Pasar Gede, Jalan Urip Sumoharjo, Solo, Jumat (22/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah orang berpakaian khas agama masing-masing menggelar aksi simpatik menyambut Hual ke-9 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang digelar di Solo, Jumat (22/2/2019).

Aksi yang diinisiasi oleh seorang purnawirawan peraih medali emas sebagai prajurit terkuat TNI AD, Kopral Kepala Cpm Partika Subagyo Lelono itu, menarik perhatian warga.

Dari pengamatan TribunSolo.com, peserta berjalan dari kawasan Pasar Gede, Jalan Urip Sumoharjo menggunakan pakaian khas seperti agama Islam, Hindu, Kristen, Budha dan Konghucu hingga menyusuri Jalan Jenderal Sudirman di depan Balai Kota Solo.

Selain menggunakan pakaian khas, salah satu orang juga memakai topeng bergambar Gus Dur serta membawa dua buah poster bertuliskan 'Indonesia Umat Cinta Damai' dan 'Memperingati Haul Bapak Pluralisme Dunia Gus Dur'.

Puncak Haul ke-9 Gus Dur di Stadion Sriwedari, Dishub Solo Siapkan 16 Kantong Parkir

"Setuju, harus jaga keberagaman seperti yang dicontohkan Gus Dur," tutur warga Ria Wati (36) saat menghentikan sejenak kendaraannya.

Koordinator aksi simpatik, Kopral Bagyo begitu akrab dipanggil mengatakan, aksi tersebut membawa pesan mendalam untuk masyarakat di mana pun berada.

Bahwa keberagaman lanjut dia, harus dijaga dengan baik seperti yang ditekankan oleh Gus Dur semasa hidupnya.

"Gus Dur itu bapak pluralisme, kita semua harus meneladani apa yang beliau wariskan," ucap dia kepada TribunSolo.com.

Kirab Kebangsaan Haul ke-9 Gus Dur, Ini Rute yang Akan Dilewati 101 Ribu Peserta

"Beliau menekankan kedamaian," aku dia menegaskan. 

Untuk itu lanjut dia, Haul ke-9 mantan Presiden keempat di Solo menjadi momentum untuk senantiasa menjaga keberagaman baik budaya hingga agama yang berbeda-beda.

"Makanya kami tampilkan peserta aksi memakai pakaian khas masing-masing," terang dia.

"Sebagai simbol kami rukun meski berbeda-beda, kami akan mengawal acara haul," pungkas dia. (*)

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved