Polisi Terima Laporan Dugaan Persekusi Wartawan di Acara Munajat 212: Pelaku dalam Penyelidikan

Polres Metro Jakarta Pusat telah menerima laporan persekusi yang dialami jurnalis Detik.com, Satria Kusuma, saat meliput kegiatan Munajat 212 di Monas

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Umat muslim mengikuti aksi 212 di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/2017). Aksi 212 tersebut digelar dalam rangka menuntut DPR agar segera mengambil tindakan agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diberhentikan dari jabatannya. 

TRIBUNSOLO.COM - Polres Metro Jakarta Pusat telah menerima laporan persekusi yang dialami jurnalis Detik.com, Satria Kusuma, saat meliput kegiatan Munajat 212 di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019) malam.

Kabag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Purwadi mengatakan Satria telah melaporkan kejadian itu pada Jumat (22/2/2019) sekira pukul 00.15 WIB.

"Iya sudah ada laporan masuk hari ini. Perkara yang dilaporkan adalah bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang," ujar Purwadi, ketika dikonfirmasi, Jumat (22/2/2019).

Soal Aksi Munajat 212, Fadli Zon Pastikan Tidak Ada Ajakan Kampanye

Adapun laporan itu teregister dalam nomor laporan 358/K/II/2019/RESTRO JAKPUS tanggal 22 Februari 2019.

Kini, kepolisian masih menyelidiki pihak terlapor atau pelaku persekusi dalam kasus ini.

"Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan," kata dia.

Seperti diketahui, kejadian penganiayaan pada Satria terjadi pada Kamis (21/2/2019) sekitar pukul 20.30 WIB.

Saat itu, terjadi kericuhan di dekat pintu keluar VIP arah bundaran patung Arjuna Wiwaha.

Dari informasi yang beredar menyebutkan bahwa ada seorang copet yang tertangkap. Satria pun langsung mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel.

"Saat itu, Satria tidak sendirian. Ada wartawan lain yang juga merekam peristiwa tersebut. Pada saat merekam video itulah, Satria dipiting dan kedua tangannya dipegangi. Mereka meminta Satria menghapus video itu, akhirnya dia setuju rekaman itu dihapus," ujar Pemimpin Redaksi Detik.com, dalam keterangan resminya.

Massa Pembela PA 212 Bandingkan Kasus Slamet Maarif dengan Ibunda Jokowi hingga Bupati Boyolali

Alfito menambahkan, Satria langsung dibawa menuju ruangan VIP dan mengalami intimidasi. Disana, terjadi adu mulut antara Satria dan peserta aksi karena Satria diminta menunjukkan kartu identitas untuk difoto.

Namun Satria lebih memilih untuk menunjukkan kartu identitasnya tanpa diijinkan untuk difoto. Satria juga sempat dipukul dan diminta berjongkok.

"Saat mereka tau Satria adalah wartawan detik.com, mereka sempat melakukan tindakan intimidatif dalam bentuk verbal. Ketegangan sedikit mereda saat Satria bilang pernah membuat liputan FPI saat membantu korban bencana di Palu," kata Alfito.

Satria pun dilepas setelah diajak berdiskusi dengan salah satu perwakilan peserta yang mengaku sebagai pihak keamanan Munajat 212 dengan jaminan kartu pelajar milik Satria. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polres Metro Jakpus Terima Laporan dari Jurnalis yang Alami Persekusi di Kegiatan Munajat 212
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved