Fenomena Tanah Bergerak di Desa Gedawung, Kismantoro, Wonogiri, Sebabkan 70 Warga Mengungsi

Sebanyak 70 orang yang terdiri dari 23 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Gedawung, Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah, terpaksa mengungsi.

Fenomena Tanah Bergerak di Desa Gedawung, Kismantoro, Wonogiri, Sebabkan 70 Warga Mengungsi
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Sebanyak 70 orang yang terdiri dari 23 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Gedawung, Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah, terpaksa harus mengungsi karena fenomena tanah bergerak. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Sebanyak 70 orang yang terdiri dari 23 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Gedawung, Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah, terpaksa harus mengungsi.

Mereka dilarikan ke tempat yang jauh lebih aman karena terjadi pergeseran tanah menimbulkan pergerakan tanah di desa mereka.

Dari data PBPD Wonogiri, Sabtu (23/2/2019), dari 70 orang tersebut ada empat orang lansia, dua ibu hamil, enam balita, dan 12 anak-anak.

Kepala BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan warga yang terdampak maupun terancam telah dievakuasi ke posko pengungsian yang telah disediakan.

Tebing Setinggi Tujuh Meter di Bulu Sukoharjo Longsor, Sebuah Rumah Hampir Tertimpa Longsoran

 “Ada dua unit bangunan rumah warga dan tenda BNPB yang kami siapkan untuk posko pengungsian.”

“Kami didirikan dapur umum, dan dukungan logistik BPBD juga sudah didistribusikan,” katanya.

Pergeseran tanah ini terjadi pada Kamis (21/2/2019) pagi, di mana warga melihat adanya  keretakan tanah.

Sinyal alarm peralatan EWS longsor sekitar pukul 08.30 WIB yang telah dipasang di daerah tersebut juga terus berbunyi.

Berdasarkan hasil pengecekan Tim BPBD, pergeseran tanah menimbulkan  pergerakan tanah saat bunyi pertama sekitar 21 cm dengan panjang retakan sekiar 50 m hingga 100 m membentuk tapal kuda.

Empat Warga dari Satu Keluarga Tewas Tertimbun Longsor di Ciomas Bogor

Sedangkan beberapa bagian terjadi penurunan tanah bervariasi antara 20 - 50 cm.

Di samping itu  terlihat juga dari dalam tanah muncul sumber mata air serta bagian dalamnya terlihat sudah berlumpur 

Adapun sekitar pukul 20.00 WIB, peningkatan pergerakan bertambah sekitar 3 cm dari pergerakan awal, dan alarm EWS peringatan longsor beberapa kali berbunyi.

Rumah yang terdampak langsung akibat pergerakan  tanah sebanyak 3 unit dengan kondisi terkena dampak longsoran.

“Dengan mengingat kondisi di wilayah masih terjadi hujan, saya harap warga tetap untuk mengungsi, karena wilayah tersebut masih berbahaya,” tutup Bambang. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved