Cerita Penjual Lontong Cap Go Meh Kafe Star Solo, Sempat Tutup karena Peristiwa G30S

Pemilik Kafe Star, Setyowati Chandra atau Tjan May Lan menceritakan suka duka berjualan Lontong Cap Go Meh selama ini.

Cerita Penjual Lontong Cap Go Meh Kafe Star Solo, Sempat Tutup karena Peristiwa G30S
TRIBUNSOLO.COM/RADIFAN SETIAWAN
Pemilik Kafe Star, Setyowati Chandra atau Tjan May Lan menceritakan awal mula berjualan Lontong Cap Go Meh, hidangan yang hanya bisa dinikmati saat perayaan Cap Go Meh. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Radifan Setiawan

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Pemilik Kafe Star, Setyowati Chandra atau Tjan May Lan menceritakan awal mula berjualan Lontong Cap Go Meh, hidangan yang hanya bisa dinikmati saat perayaan Cap Go Meh.

Saat ditemui TribunSolo.com pada Selasa (19/2/2019), Chandra mengaku hanya meneruskan usaha jualan Lontong Cap Go Meh yang dibuka oleh sang ibu sejak 60 tahun lalu.

Awal mula berjualan, ibunda Chandra membuka lapaknya di sebelah Bioskop Star (sekarang Gereja El Shaddai) yang berlokasi di Jalan Sutan Syahrir No 88, Kepatihan Kulon, Jebres, Solo.

“Dahulu buka di Gereja El Shaddai, itu kan dulu Bioskop Star makanya nama restorannya Kafe Star," kata Chandra memulai cerita.

Menikmati Lontong Cap Go Meh yang Hanya Disajikan Setahun Sekali di Kafe Star Solo

Chandra melanjutkan, lapak jualannya harus pindah karena bioskop ditutup dan dibangun gereja.

"Itu bioskop punyanya Om saya, terus mamah saya jualan di sampingnya," lanjutnya.

"Karena Om pindah ke Jakarta, bioskop dijual dan dibeli sama gereja, kafenya terus pindah sini."

Lokasi Kafe Star kini berada tak jauh dari Gereja El Shaddai.

Sambut Cap Go meh, Tripusaka Solo Gelar Kirab Tolak Bala Sekaligus Hibur Masyarakat

Sempat Tutup karena Tragedi G30S

Halaman
12
Penulis: Radifan Setiawan
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved