Pilpres 2019

Sandiaga Uno Tak Ingin Berpolemik soal Dugaan Kampanye Hitam: Kami Fokus di Perbaikan Ekonomi

Sandiaga Uno mempersilahkan aparat kepolisian mengusut tiga perempuan di Karawang yang diduga melakukan kampanye hitam kepada Jokowi.

Sandiaga Uno Tak Ingin Berpolemik soal Dugaan Kampanye Hitam: Kami Fokus di Perbaikan Ekonomi
KOMPAS.com/NURSITA SARI
Sandiaga Uno 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mempersilahkan aparat kepolisian mengusut tiga perempuan di Karawang yang diduga melakukan kampanye hitam kepada Jokowi.

"Kalau seperti yang terjadi di Karawang kami persilakan untuk aparat, Bawaslu untuk menindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku karena apa yang disampaikan tentunya menjadi temuan tersendiri," ujar Sandiaga di Jalan Sriwijaya, di Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu, (27/2/2019).

Hanya saja ia meminta agar proses penegakan hukum tersebut dilakukan seadil-adilnya. Termasuk mengusut mereka yang melakukan kampanye hitam kepada Prabowo-Sandi.

"Jadi harapan kami diproses yang seadil-adilnya, karena ada juga kami dapat laporan dari pihak inkumben yang juga belum ditindaklanjuti. Jadi kami usul kepada aparat untuk bertindak seadil-adilnya," ujar Sandi.

Istri Sandiaga Uno, Nur Asia Jenguk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng

Mantan Wagub DKI itu mengaku tidak mau terus berpolemik memperdebatkan apakah yang dilakukan tiga perempuan di video tersebut termasuk kampanye hitam atau bukan. Saat ini ia dan Prabowo sedang fokus menyampaikan visi-misi di bidang ekonomi.

"Kita menggunakan akal sehat kita memastikan bahwa Prabowo sandi saat ini fokus di perbaikan ekonomi, kita ingin menciptakan lapangan kerja kepada masyarakat dan biaya-biaya hidup yang terjangkau," pungkasnya.

Sebelumnya dilansir dari Tribun Jabar, setelah ditahan selama 1x24 jam oleh penyidik Polda Jabar dan Polres Karawang, tiga perempuan asal Kabupaten Karawang resmi ditetapkan tersangka.

Mereka adalah ber‎nama Engqay Sugiyanti, Ika Peranika, dan Citra Widaningsih.

"Ketiganya sudah ditetapkan tersangka," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Selasa (26/2/2019).

Ketiganya ditetapkan tersangka kasus menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat berdasarkan SARA, sebagaimana diatur di Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Halaman
12
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved