Tren Pengangguran Bergeser, Disnaker Jawa Tengah Sebut Pengangguran Didominasi Lulusan SMK

Dari data, tercatat ada 800 ribu pengangguran di Jawa Tengah, angka tersebut didominasi oleh lulusan SMK.

Tren Pengangguran Bergeser, Disnaker Jawa Tengah Sebut Pengangguran Didominasi Lulusan SMK
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Ribuan pencari kerja menyerbu UNS Solo Job Fair XVI di Auditorium UNS, Rabu (11/10/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Tren pengangguran di Jawa Tengah kini mulai bergeser kepada lulusan SMK.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Ahmad Aziz, mengatakan jika sebelumnya pengangguran didominasi oleh lulusan SMP ke bawah, kini bergeser kepada lulusan SMK.

Dari datanya, tercatat ada 800 ribu pengangguran di Jawa Tengah, angka tersebut didominasi oleh lulusan SMK.

"Angka pengangguran dari lulusan SMK setiap tahun meningkat, ini sangat memprihatinkan, harus ada solusi agar bisa menyelesaikan pengangguran SMK," katanya seusai kegiatan sosialisasi oleh Disnaker Provinsi Jateng di Nguter, Sukoharjo, Rabu (27/2/2019).

Hal ini cukup ironis, mengingat para lulusan SMK ini memiliki keahlian saat mereka lulus sesuai dengan bidang jurusan yang mereka ambil.

Lowongan Kerja PT KAI, Inilah Kriteria, Ketentuan, Persyaratan hingga Tahapan Seleksi Pelamar PT KAI

"SMK kan punya keterampilan, harus kita identifikasi siapa yang mau bekerja di sektor Formal dan mandiri."

"Dan di SMK ada berbagai jurusan seperti otomotif dan IT mereka bisa bekerja ikut perusahaan sesuai bidangnya atau membuka usaha mandiri," katanya.

Azis menyebut ada sejumlah masalah yang menyebabkan angka pengangguran masih tinggi, apalagi diketahui cukup banyak lowongan kerja yang tersedia.

Di antaranya ada miss match antara ketrampilan yang dikuasai dan ketersediaan pekerjaan, ditambah lagi didukungnya infrastruktur dan fasilitas. 

"Yang utama adalah daya tarik gaji, banyak pekerja yang menumpuk di kota kota dengan UMR tinggi."

"Di Jawa Tengah UMR tertinggi Semarang Rp 2,4 juta, kota lainnya rata rata di bawah itu, jadi dipastikan mereka mencari pekerjaan di kota dengan UMR tinggi," ucupanya. (*) 

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved