Perombakan Pejabat di DKI Jakarta, Muncul Isu Jual Beli Jabatan

Pejabat yang dilantik terdiri dari 15 pejabat eselon II, 274 pejabat eselon III, dan 836 pejabat eselon IV

Perombakan Pejabat di DKI Jakarta, Muncul Isu Jual Beli Jabatan
KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR
Pelantikan 1.125 pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta di lapangan Balai Kota, Senin (25/2/2019). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merombak 1.125 pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Senin (25/2/2019) lalu.

Pejabat yang dilantik terdiri dari 15 pejabat eselon II, 274 pejabat eselon III, dan 836 pejabat eselon IV.

Anies menyampaikan, perombakan 1.125 pejabat itu sudah melalui proses analisis jabatan yang panjang selama beberapa bulan.

Proses analisis jabatan di Badan Pertimbangan Jabatan (Baperjab) juga dilakukan bertahap.

TKD Jokowi-Maruf Jabar Targetkan Raup 70 Persen Suara di Pangandaran

Namun, pelantikannya digelar bersamaan untuk menciptakan suasana baru di banyak satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan unit kerja perangkat daerah (UKPD).

Setelah pelantikan berlangsung, muncul isu adanya jual beli jabatan dalam perombakan besar-besaran tersebut.

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD DKI Jakarta menerima keluhan soal adanya tarif untuk jabatan lurah dalam perombakan pejabat yang dilakukan Anies awal pekan ini.

"Info di bawah begitu, banyak keluhan dari lurah (soal tarif)," kata Penasihat Fraksi PKB DPRD DKI Hasbiallah Ilyas, Kamis kemarin.

Samsung Galaxy M30 Resmi Diluncurkan Dibanderol Rp 3 Jutaan

Namun, Hasbi tidak mengetahui berapa tarif untuk jabatan lurah tersebut.

Selain lurah, Hasbi menyebut ada juga tarif untuk jabatan camat.

Halaman
123
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved