Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Andi Arief Terjerat Kasus Narkoba

Januari 2019 Mahfud MD Sempat Bikin Cuitan tentang Narkoba Usai Bantah Andi Arief soal Surat Suara

Andi Arief pernah bikin heboh soal tujuh kontainer surat suara. Cuitan itu lantas dibantah Mahfud MD. Hingga Mahfud MD bikin tweet bahaya narkoba.

Penulis: Hanang Yuwono | Editor: Hanang Yuwono
TWITTER.COM
Andi Arief dan Mahfud MD 

TRIBUNNEWS.COM - Kabar penangkapan politikus Partai Demokrat, Andi Arief, rupanya menarik perhatian mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD.

Ia mengaku beberapa bulan lalu sempat 'diserang' Andi Arief perihal hoaks 7 kontainer surat suara.

Seperti diketahui, Andi Arief yang merupakan pendukung capres-cawapres Prabowo-Sandiaga pernah bikin heboh soal cuitan tujuh kontainer surat suara.

Cuitan yang dimaksud adalah cuitan Andi yang meminta agar kabar tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dicek kebenarannya.

Andi Arief pun diduga menyebar berita bohong soal isu adanya tujuh kontainer yang membawa surat suara tercoblos pada Kamis 3 Januari.

Politikus Partai Demokrat tersebut dipolisikan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin ke Bareskrim Polri.

Sementara itu, Mahfud MD menganggap cuitan Andi Arief itu hoaks tak berdasar.

Ia bahkan menganggap layak penyebar hoaks tujuh kontainter surat suara yang sudah tercoblos harus dilaporkan ke kepolisian untuk diusut.

Mahfud MD justru melihat informasi itu sejak awal sudah tak masuk akal karena KPU RI belum mencetak suara dan speciment surat suara belum diumumkan.

Saat itu Andi Arief seperti tak terima dikatakan ia penyebar hoaks.

Hingga akhirnya Mahfud MD mengaku Andi Arief marah terhadapnya.

Hanya saja, Mahfud MD enggan menanggapi lebih lanjut.

Ia justru membahas tentang bahaya narkoba, dan cuitannya ini kembali diungkit Akhmad Sahal.

“Jangan dekat2 narkoba..”

Jangan2 Prof @mohmahfudmd ini weruh sedurunge winarah :)," tulis Akhmad Sahal lewat akun @sahal_AS.

Adapun isi cuitan Mahfud MD tersebut ialah"

"Bro, anak2 milenial. Nikmatilah demokrasi, jagalah negara ini. Perang membela negara yg kamu hadapi skrang adl proksi, termasuk narkoba. Jgn dekat2 narkoba. Sekali terjerat narkoba kalian merusak kemanusiaanmu; akan berani membohongi orang tuamu, isterimu, anakmu, dan rakyatmu."

Tweet tersebut diposting Mahfud MD pada 10 Januari 2019.

Soal tweet yang dianggap seperti sebuah isyarat oleh warganet itu, Mahfud MD pun membeberkan penjelasannya.

"Trims atas reposting cuitan sy (10/1/19). Waktu itu AA nyerang sy trs krn isu 7 kontainer SS sy bilang hoax. Maka daripada ikut ngawur sy titip pesan kpd AA dgn miminjam adresat "Anak2 Milenial" agar menjauhi narkoba sebab narkoba itu membunuh akal sehat dan membunuh masa depan," tulis Mahfud MD.

Ia melanjutkan bagaimana kronologi cuitan tersebut ia bikin.

"Sekitar tgl 8-10 Jan 2019 sy diserang oleh AA krn komentar sy ttg hoax 7 kontainer srt suara yg sdh dicoblos. AA marah dan nyerang sy trs. Stlh sy bosan menjelaskan, sy buat tweet ttg pengaruh narkoba di bawah ini. Sy pinjam adresat Anak Milenial kemudian sy tak melayani lg. Eeeh," lanjut Mahfud lewat akun @momahfudmd, Senin (4/3/2019).

Tweet Mahfud MD tentang tweet masa lalunya itu pun kemudian menuai reaksi beragam warganet.

Seperti diketahui, Andi Arief ditangkap polisi lantaran terjerat kasus narkoba, Minggu (3/3/2019).

Wasekjen Partai Demokrat dikabarkan ditangkap di sebuah Hotel Peninsula, Jakarta Barat.

Ia tak sendirian saat ditangkap, ada seorang wanita yang turut diamankan (Polisi kemudian membantah informasi yang menyebut Andi Arief ditangkap bersama seorang wanita,-Red)

Andi Arief diduga baru menggunakan sabu sesaat sebelum penggerebekan.

Sabu beserta bong pun dibuang di kloset sehingga membuat polisi meminta bantuan bantuan pihak hotel untuk mengambil bong.

Meja yang berantakan saat penangkapan Andi Arief, di hotel bilangan Jakarta, Senin (4/3/2019).
Meja yang berantakan saat penangkapan Andi Arief, di hotel bilangan Jakarta, Senin (4/3/2019). (Tribunnews.com/Istimewa)

Sehingga, kloset tersebut terpaksa dicabut dari posisinya untuk mencari barang bukti.

Berdasarkan info yang didapat Tribunnews, saat ini Andi Arief berada di Mabes Polri.

Ia pun sempat menolak melakukan tes urine.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal M Iqbal mengungkapkan, Andi Arief berstatus terperiksa.

Iqbal mengatakan, aparat kepolisian memiliki waktu 3 x 24 jam untuk menentukan status Andi Arief.

"Ya kan kita ada mekanisme, ada lex spesialis, di dalam proses penegakan hukum di narkoba ini. 3 x 24 jam," ungkap Iqbal usai jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/3/2019) sore. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved