Penerapan Kantong Plastik Berbayar di Toko Ritel Solo Masih Kurang Optimal

Tepatnya sejak 1 Maret lalu, di mana kantong plastik di Lottemart dijual dengan harga Rp 300 per kantong plastik.

Penerapan Kantong Plastik Berbayar di Toko Ritel Solo Masih Kurang Optimal
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Tas kain yang dijual di Lottemart. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Beberapa toko ritel di Surakarta telah menerapkan kantong plastik berbayar bagi para pelanggannya.

Hal tersebut menyikapi adanya langkah Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) yang secara resmi kembali menerapkan kebijakan kantong plastik tidak gratis (KPTG) per 1 Maret 2019.

Hal ini dilakukan terkait dukungan Aprindo terhadap visi pemerintah untuk mengurangi setidaknya 30 persen sampah plastik.

"Langkah kebijakan tersebut telah dilakukan di tempat kami," ujar Store General Manager Lottemart The Park Mall, Siti Partimah, kepada TribunSolo.com, Selasa (5/3/2019).

Tepatnya sejak 1 Maret lalu, di mana kantong plastik di Lottemart dijual dengan harga Rp 300 per kantong plastik.

Aprindo Sepakati Harga Kantong Plastik Berbayar di Ritel Modern, Berapa?

Namun sebelumnya, lanjutnya, pelanggan akan ditanyai apakah membawa kantong sendiri atau belanjaan akan dibawa dengan kardus.

Kami tetap tawarkan apakah pembeli sudah membawa kantong sendiri atau memilih membeli kantong plastik maupun kardus.

Sampai saat ini hampir 95 persen memilih kardus untuk belanjaan yang banyak, karena kardus sendiri gratis.

Sementara itu, kami juga menawarkan kantong kain yang bisa digunakan berkali-kali di tiap kasir.

"Bahkan kami menyelenggarakan promo kantong kain," imbuhnya.

Per 1 Maret 2019 Minimarket Tak Lagi Gratiskan Kantong Plastik demi Mengurangi Sampah Plastik

Menurut Siti, ternyata masih banyak masyarakat yang bergantung dengan kantong plastik.

Sementara itu, Corporate Communication Manager Alfamidi, Arif L Nursandi mengatakan sampai dengan saat ini sudah memaksimalkan sosialisasi kepada pengunjung terkait (KPTG).

"Walaupun memang saat ini masih belum kami berlakukan, karena masih ada pengurusan teknis, sebab kantong plastik akan menjadi barang yang dijual," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved