Tanggapan Jusuf Kalla soal Wacana Penghapusan Istilah 'Kafir'

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, memberi tanggapan terkait usulan penghapusan sebutan kafir oleh Nahdlatul Ulama (NU).

Tanggapan Jusuf Kalla soal Wacana Penghapusan Istilah 'Kafir'
Tribunnews.com/Rina Ayu
Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wakil presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, memberi tanggapan terkait usulan penghapusan sebutan kafir oleh Nahdlatul Ulama (NU).

"Saya kira jarang orang berbicara kafir, tapi kalau di Alquran itu pasti ada," kata Kalla, Senin (4/3/2019), malam seusai memberikan sambutan di Rapat Koordinasi Nasional Zakat 2019 di Balai Kota Surakarta.

"Tapi kita juga harus saling menghormati satu sama lain sehingga tidak perlu menyebut kafir kepada nonmuslim," lanjutnya.

Mahfud MD Tanggapi Wacana Penghapusan Istilah Kafir: tak Perlu Diributkan dan tak Perlu Difatwakan

Diberitakan sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengusulkan penghapusan sebutan kafir ke nonmuslim.

Usulan tercetus dalam sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah Musyawarah Nasional Alim Ulama NU, yang digelar pada Rabu, 27 Februari 2019 hingga Jumat, 1 Maret 2019 di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat.

Sidang itu mengusulkan agar tidak menggunakan sebutan kafir untuk warga negara Indonesia yang tidak memeluk agama Islam.

Pandangan PBNU, penyebutan kafir dapat menyakiti hati para nonmuslim di Indonesia.

Soal Polemik Kata Kafir, Menag Lukman Hakim: Tanyakan pada Ulama, Saya Kan Sebatas Umaro

Namun meskipun begitu, bukan berarti NU akan menghapus seluruh kata kafir di Alquran atau hadis.

Keputusan tersebut hanya berlaku pada penyebutan kafir untuk warga Indonesia yang nonmuslim. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved