Jadi Ikon Tumurun Private Museum, Ini Makna di Balik Patung 'Floating Eyes'
Tumurun Private Museum memiliki ikonik dua buah patung yang memiliki makna mendalam, patung tersebut berjudul Floating Eyes karya Wedhar Riyadi.
Penulis: Desi Kris | Editor: Delta Lidina Putri
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tumurun Private Museum menyimpan banyak karya seni yang begitu indah.
Bagi orang yang pecinta seni tinggi tempat wisata ini pastinya akan banyak memberikan edukasi seni bagi mereka.
Tumurun Private Museum memiliki banyak karya para seniman terbaik di Indonesia dan luar negeri.
Museum itu mengkoleksi karya seni dari seni lukis, patung, hingga mobil tua vintage.
"Terdapat 150 karya seni, kita sih punya 300 lebih cuma nggak semua bisa kita taruh di sini, karena keterbatasan tempat juga kita ya cuma rolling aja." ucap Vilmala Sari, Manager Tumurun saat ditemui pada Selasa (5/3/2019).
Salah satunya terdapat dua patung yang menjadi ikonik dari museum tersebut.
Banyak mata-mata yang terpampang di patung warna biru muda dan merah itu.
Patung yang diberi judul 'Floating Eyes' ini dibuat oleh seniman bernama Wedhar Riyadi pada 2017 lalu.
Bukan sekdar patung biasa, Floating Eyes tentu saja memiliki makna yang sangat menarik.
"Kalau ikonnya kita si Wedhar Riyadi patung itu Floating Eyes itu cukup mewakili kayak icon dari Tumurun ini karena dia kan paling besar, paling tinggi juga dan patung ini sebenarnya juga mengkritik anak-anak muda zaman sekarang dan yang menggunakan media sosial," jelas Sari.
"Makanya di karya itu banyak mata di mana-mana yang menggambarkan kita itu diikuti oleh banyak orang, diawasi banyak orang, kita juga dilihat oleh banyak orang," terangnya.
(TribunStyle.com/Desi Kris)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/floating-eyes-ini-dibuat-oleh-seniman-bernama-wedhar-riyadi.jpg)