BPBD Solo dan Warga Siaga di Titik Rawan Banjir 24 Jam Sebelum Air Bengawan Solo Menyusut

BPBD Solo dan masyarakat di titik rawan banjir diwajibkan siaga 24 jam untuk mengantisipasi ancaman luapan susulan aliran air dari Bengawan Solo.

BPBD Solo dan Warga Siaga di Titik Rawan Banjir 24 Jam Sebelum Air Bengawan Solo Menyusut
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Warga tengah berada di pinggir sungai Bengawan Solo yang menyamai bibir bantaran di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Kamis (7/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - BPBD Solo dan masyarakat di titik rawan banjir diwajibkan siaga 24 jam untuk mengantisipasi ancaman luapan susulan aliran air dari Bengawan Solo.

Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno berharap BPBD Solo dan masyarakat terus memantau perkembangan debit Bengawan Solo yang melintasi di sejumlah kecamatan.

Mengingat kawasan Sibat, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres sudah tergenang meskipun langsung mengalami penyusutan secara cepat.

"Tetap wajib siaga 24 jam penuh," harapnya kepada TribunSolo.com, Kamis (7/3 /2019).

70 KK di Desa Laban, Mojolaban, Mengungsi ke Atas Tanggul Lantaran Banjir

Komisi II DPRD Solo lanjut dia, sudah memastikan BPBD Solo siap menghadapi cuaca buruk pada puncak musim penghujan kali ini.

"Saya tanya ke BPBD saat Bengawan Solo mulai menunjukkan peningkatan," ungkapnya.

"Katanya sudah siap Pak, petugas siaga penuh," ujar dia menegaskan.

Banjir Bandang di Madiun Meluas di 52 Desa dan Merusak 5.086 Rumah

Sementara itu Wakil Ketua Komisi II DPRD Solo, Supriyanto menambahkan, persiapan untuk mengantisipasi banjir susulan BPBD Solo sudah menyiapkan berbagai langkah.

"Kami terus pantau, persiapan sudah cukup komperhensif," jelasnya.

"Termasuk petugas di lapangan hingga alat evakuasi," tutur dia. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved