Bulog Divre Jateng Sediakan Tiga Ton Cadangan Beras Pemerintah untuk Korban Banjir Klaten

Hal tersebut untuk menyikapi adanya dampak banjir yang melanda Kabupaten Klaten, sejak Rabu (6/3/2019) petang

Bulog Divre Jateng Sediakan Tiga Ton Cadangan Beras Pemerintah untuk Korban Banjir Klaten
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi beras 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah (Jateng) M Sugit Tedjo Mulyono mengatakan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari provinsi ke Kabupaten Klaten mencapai tiga ton.

Hal tersebut untuk menyikapi adanya dampak banjir yang melanda Kabupaten Klaten, sejak Rabu (6/3/2019) petang.

"Jadi penyaluran CBP tersebut tidak secara otomatis dilakukan pasca terjadinya bencana, namun sesuai dengan pengajuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah," katanya kepada wartawan, Jumat (8/3/2019).

Sehingga lanjutnya, besarannya sesuai pengajuan masing-masing daerah tersebut.

Penuhi Panggilan Bareskrim, Timses Jokowi Beri Keterangan soal 3 Laporan Dugaan Fitnah

Ia mengatakan hingga saat ini Perum Bulog Divre Jawa Tengah sudah menyalurkan sebanyak 86,278 ton CBP.

Dengan rincian untuk Pekalongan sebanyak 80.001 ton dan Tegal sebanyak 6.227 ton.

Dengan tambahan penyaluran 3 ton ke Klaten artinya sampai saat ini penyaluran CBP yang dilakukan oleh Perum Bulog Divre Jawa Tengah hampir 90 ton.

Sementara dari2 Perum Bulog Subdivisi Regional (Subdivre) III Surakarta menyebut siap salurkan cadangan beras pemerintah (CBP) yang disalurkan untuk menyikapi bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Klaten, Jateng tersebut.

Sebut Indonesia Terpuruk, Prabowo Janji Akan Cari Semua Bukti Korupsi dan Kejar Pelakunya

Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta Titov Agus Sabelia berujar untuk jatah yakni 100 ton beras per kabupatennya.

"Namun memang saat ini belum ada pengajuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten," imbuhnya. 

Karena saat ini masih proses inventarisasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial setempat.

Sehingga akan tahu seberapa banyak kebutuhannya.

"Kami menunggu, sewaktu-waktu dibutuhkan kami siap melakukan dropping," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved