Ethiopian Airlines Jatuh, Pemerintah RI Larang Sementara Maskapai Terbangkan Boeing 737-8 Max

Kementerian Perhubungan melarang terbang sementara pesawat terbang Boeing 737-8 MAX di Indonesia. Hal ini terkait jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

Ethiopian Airlines Jatuh, Pemerintah RI Larang Sementara Maskapai Terbangkan Boeing 737-8 Max
ARSIP GARUDA INDONESIA
Ilustrasi, Pesawat Boeing 737 MAX 8 telah dioperasionalkan oleh Garuda Indonesia, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (7/1/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA  - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, melarang terbang sementara pesawat terbang Boeing 737-8 MAX di Indonesia.

Langkah ini diambil terkait jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines berjenis Boeing 737-8 MAX.

Direktur Jenderal atau Dirjen Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, mengatakan, langkah tersebut diambil untuk menjamin keselamatan penerbangan di Indonesia.

"Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh Ditjen Hubud adalah melakukan inspeksi dengan cara larang terbang sementara (temporary grounded, Red), untuk memastikan kondisi pesawat jenis tersebut laik terbang (airworthy, Red),” kata Polana dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/3/2019).

Pesawat Ethiopian Airlines Bawa 157 Orang Jatuh, Penyebab Kecelakaan Belum Diketahui

"Dan langkah tersebut telah disetujui oleh Menteri Perhubungan," ujarnya, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Polana menambahkan, Inspeksi akan dimulai pada Selasa 12 Maret 2019 besok.

Apabila ditemukan masalah pada saat inspeksi, maka pesawat tersebut akan dilarang terbang sementara, sampai dinyatakan selesai oleh inspektur penerbangan.

Sejauh ini, pengawasan untuk pengoperasian pesawat jenis Boeing 737-8 MAX sudah dilakukan sejak 30 Oktober 2018 lalu pascakecelakaan JT610, bilamana jika terjadi masalah atau temuan hasil inspeksi, pesawat langsung digrounded di tempat.

Ethiopian Airlines Jatuh, China Sementara Larang Maskapai Domestik Terbangkan Boeing 737 Max

Ditjen Hubud terus berkomunikasi dengan Federal Aviation Administration (FAA), untuk memberikan jaminan bahwa seluruh pesawat Boeing 737 – 8 MAX yang beroperasi di Indonesia laik terbang.

FAA telah menerbitkan Airworthiness Directive yang juga telah diadopsi oleh Ditjen Hubud dan telah diberlakukan kepada seluruh operator penerbangan Indonesia yang mengoperasikan Boeing 737-8 MAX.

Saat ini, maskapai yang mengoperasikan pesawat jenis tersebut adalah PT Garuda Indonesia sebanyak 1 unit dan PT Lion Air sebanyak 10 unit.

FAA menyampaikan akan terus berkomunikasi dengan Ditjen Hubud sekiranya diperlukan langkah lanjutan guna memastikan kondisi airworthy (laik terbang) untuk Boeing 737-8 MAX. (Kompas.com/Akhdi Martin Pratama)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pemerintah RI Larang Sementara Maskapai Terbangkan Boeing 737- 8 Max

Editor: Junianto Setyadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved