Breaking News:

Pelaku yang Aniaya Sopir Taksi di Solo Baru Akui Hanya Berniat Menyandera Korban untuk Balas Dendam

Keterangan pelaku yang menganiaya sopir taksi, keduanya tidak berniat merampok korban, melainkan ingin melakukan balas dendam.

TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, saat interogasi kedua pelaku penganiayaan sopir taksi di Mapolres Sukoharjo, Senin (11/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Loreng Dwi Prasojo (LDP) dan Zeni Liana Ningsih (ZLN) merupakan kedua pelaku yang menganiaya Sumarno, seorang sopir taksi Kosti di Solo Baru, Sukoharjo, pada Minggu (3/2/2019) lalu.

Dari keterangan para pelaku, mereka tidak berniat merampok korban, melainkan ingin melakukan balas dendam.

"Sekitar dua minggu sebelum kejadian saya menjadi korban tabrak lari taksi," kata Loreng di Mapolres Sukoharjo, Senin (11/3/2019).

Kejadian tabrak lari oleh sopir taksi sebanyak dua kali membuat Loreng geram.

Hingga dia mulai merencanakan untuk balas dendam kepada Sumarno.

Bukan Ingin Merampok, Ternyata Ini Motif Pelaku Penganiayaan Sopir Taksi di Solo Baru Sukoharjo

Sebelum melakukan aksinya, tersangka menyiapkan satu gulung tali rafia yang rencananya digunakan untuk mengikat korbannya saat disandra.

Mereka juga merencanakan aksinya di Sektor 3 Blok JC, Jalan Paris 2, Grogol, Sukoharjo, karena sudah mengenal situasinya.

"Saya mengenal satpam di kompleks tempat kejadian itu, jadi saya pilih area itu untuk lokasi penyanderaan, karena saya pikir di situ aman," kata Loreng.

Setelah menyiapkan semuanya, pelaku mulai memesan sebuah taksi secara acak, melalui aplikasi Go-Jek milik Zeni.

Halaman
12
Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved