Romahurmuziy Ditangkap KPK

Ketum PPP Terjaring OTT KPK, Pengamat Sebut Suara Partai Akan Tergerus Signifikan

Ditangkapnya Ketua Umum (Ketum) PPP Romahurmuziy dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan berdampak signifikan

Tribunsolo.com/Asep Abdullah Rowi
Pengamat Politik dan Ketatanegaraan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto (tengah) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ditangkapnya Ketua Umum (Ketum) PPP Romahurmuziy dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan berdampak signifikan bagi suara partai berlambang ka'bah.

Pengamat Politik dan Ketatanegaraan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto mengungkapkan, diprediksi suara PPP bakal tergerus karena dampak dari penangkapan ketumnya saat OTT KPK.

"Suara PPP akan tergerus signifikan," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Jumat (15/3/2019).

Bakal Ada Kejutan Meriah di Prambanan Jazz pada 5-7 Juli 2019 Mendatang

Selain itu lanjut dosen Fakultas Hukum (FH) tersebut, suara pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf juga akan ikut terdampak meskipun tidak besar.

"Untuk penggerusan suara 01, hanya efek ikutan saja karena PPP berada di dalam koalisi tersebut," terang dia.

"Tapi dampaknya tidak besar karena PPP bukan partai poros utama koalisi 01," jelasnya menegaskan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, di antaranya juga fenomena politik mutakhir yang menyebut jika perilaku pemilih dalam memilih capres tidak ditentukan oleh partai politik.

Batal Honeymoon di Selandia Baru Saat Serangan di Masjid Terjadi, Femmy Permatasari: Kami Baik Saja

Tetapi dari pesona ketokohan personal capres itu sendiri.

"Itulah sebabnya jika ketum partai ditangkap KPK, tidak cukup kuat menggerus suara capres," terang dia.

"Tapi kuat menggerus suara partainya sendiri," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, KPK dikabarkan mencokok Ketum PPP Romahurmuziy dalam gelaran operasi tangkap tangan (OTT), Jumat (15/3/2019).

Terkait Penangkapan Romahurmuziy, AHY Berharap Penegakan Hukum tak Tebang Pilih

Seorang sumber yang enggan disebut identitasnya membenarkan bahwa pria yang akrab disapa Romi itu diciduk sekitar pukul 09.00 WIB di Kantor Wilayah Kementerian Agama Sidoarjo.

"Dari sumber A1"

"Kejadiannya jam 09.00 di Kanwil Kementerian Agama Sidoarjo"

"Yang ditangkap Romi," ucapnya kepada wartawan.

Namun hingga saat ini, pihak dari KPK sendiri belum mengeluarkan pernyataan terkait penangkapan Rommy. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved