Pemilu 2019

Ganjar Pranowo: Kalau Berbeda Pilihan, Biasa Saja, Jangan Sampai Bermusuhan

Gubernur Ganjar Pranowo berharap gelaran apel Kebangsaan yang digelar pada Minggu (17/3/2019) dapat memupuk rasa persaudaraan dan toleransi.

Ganjar Pranowo: Kalau Berbeda Pilihan, Biasa Saja, Jangan Sampai Bermusuhan
TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR
Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di sela-sela acara open house di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (17/6/2018). 

TRIBUNSOLO.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berharap gelaran apel Kebangsaan yang digelar pada Minggu (17/3/2019) dapat memupuk rasa persaudaraan dan toleransi masyarakat.

Ia mengatakan, berbeda pilihan politik dalam pemilu tidak perlu dimasalahkan, namun yang terpenting persatuan dan kesatuan bangsa.

"Harapannya setelah acara ini, semua masyarakat dapat menunjukkan toleransi yang tinggi, yang tulus."

"Kalau berbeda pilihan, biasa saja, ndak papa, jangan sampai bermusuhan," kata Ganjar, Minggu (17/3/2019), seusai meninjau kedatangan para peserta apel dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Ganjar mengatakan, untuk menjaga situasi yang kondusif diperlukan tutur kata yang baik.

Ganjar Pranowo: Jokowi Sosok yang Sederhana dan Merakyat

Kepada peserta apel dan masyarakat umumnya, agar berhati-hati dalam berkomentar di media sosial.

"Gunakanlah kata-kata yang baik, hati-hati dengan jarimu, karena jarimu sekarang bisa menjadi harimaumu, tutur kata yang baik agar tidak menyakiti yang lain," tambahnya.

Secara umum, hingga pagi ini telah ada ribuan orang yang ikut serta dalam apel kebangsaan yang dipusatkan di Lapangan Simpang Lima, Semarang.

Selain panggung utama di Lapangan Pancasila, ada tiga panggung pendukung yang masing-masing dipasang di Jalan Pandanaran, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pahlawan.

Mayoritas peserta apel juga terlihat mengenakan pakaian serba merah putih, beserta ikat kepala.

Konsentrasi masa terpecah di empat panggung yang disediakan.

Apel Kebangsaan nantinya dihadiri sejumlah tokoh penting antara lain yakni Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, KH Maimun Zubair, Habib Luthfi, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, Prof Mahfud MD, KH Ahmad Daroji, Uskup Rubiatmoko, Pendeta Eka Laksa, Nyoman Suraharta, Go Boen Tjien, dan Pujianto.

Acara dimeriahkan Slank, Letto, Armada, Virza, hingga pedangdut Nella Kharisma.

Kegiatan ini sempat disorot berbagai pihak karena gunakan anggaran APBD Jateng yang mencapai Rp 18 miliar. (Kompas.com/Nazar Nurdin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ganjar: Hati-hati dengan Jarimu karena Bisa Jadi Harimaumu..."

Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved