Usai Gugat Lion Air dan Boeing, Keluarga Korban JT 610 Tuntut Administrasi Penerbangan Federal AS

Charles menyebut, FFA lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat

Usai Gugat Lion Air dan Boeing, Keluarga Korban JT 610 Tuntut Administrasi Penerbangan Federal AS
KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA
Aksi damai keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/12/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Setelah mengajukan gugatan kepada Boeing dan menuntut ganti rugi atas kecelakaan Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 melalui Pengadilan Negeri Seattle, AS, keluarga korban kecelakaan juga akan mengajukan tuntutan kepada Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA).

Hal tersebut diungkapkan oleh Pengacara Charles Hermann dari kantor Pengacara Hermann Law Group yang mewakili 21 keluarga korban dari 188 korban kecelakaan tersebut.

"Saya menekankan bahwa tadinya, sebelumnya, fokus kita hanya menuntut Boeing dan Lion Air, tetapi sekarang ada potensi pihak ketiga dituntut juga, yaitu FAA," ujar Charles di Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Charles menyebut, FFA lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat lantaran memberi sertifikasi terbang untuk produk pesawat terbang yang tudak memberikan informasi detil mengenai kondisi mesin pesawat.

Merasakan Kandungannya Sesak, Nikita Mirzani Ingin Melahirkan Bulan Depan

Menurut dia, kesalahan FAA tersebut cukup fatal, sehingga pihak Hermann Law Group atas nama keluarga korban akan mengajukan permohonan gugatan hukum kepada ototitas penerbangan AS itu setelah yang sebelumnya gugatan juga diajukan kepada Boeing.

Namun, perlu waktu 6 bulan agar gugatan tersebut bisa diajukan ke pengadilan.

Sebab, pengajuan gugatan baru bisa disetujui setelah melalui proses komplain kepada pihak pengadilan terlebih dahulu.

"Di bawah undang-undang Amerika Serikat kami baru bisa melakukan gugatan setelah melalui proses komplain kepada pengadilan"

"Sehingga pihak FAA bisa mengumpulkan bukti-bukti di mana posisi mereka saat ini," jelas Charles.

Hari Ini, Wali Kota Solo Dijadwalkan Hadiri Pembagian KIS di Pendapi Gede Balai Kota

Hermann LawGroup telah mengajukan gugatan kepada Boeing atas kecelakaan yang menimpa pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 pada 29 Oktober 2018 lalu.

Kantor pengacara tersebut cukup optimis bisa memenangkan gugatan yang menuntut Boeing untuk memberukan ganti rugi kepada keluarga korban.

"Kami cukup yakin kamu punya kasus kuat dan bisa memenangkan gugatan melawan Boeing ini," ujar Charles.

Prakiraan Cuaca Kota Solo dan Sekitarnya Senin (18/3/2019), Waspada Hujan Sedang

Gugatan tersebut diajukan kepada Pengadilan Seattle negara bagian Washington, Amerika Serikat tempat di mana Boeing memroduksi, merakit, dan memasarkan pesawat jeni 737 MAX 8 pada Kamis (7/3/2019) waktu setempat.

Hermann mengatakan, bukti-bukti yang dikumpulkan dari hasil investigasi sangat kuat untuk membuktikan bahwa Boeing memiliki andil yang cukup besar dalam kecelakaan tersebut. (Kompas.com/Mutia Fauzia)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gugat Boeing dan FAA, Upaya Keluarga Korban Lion Air JT 610 Cari Keadilan"

Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved