100 Lebih Barista Soloraya Ikuti Sertifikasi Kompetensi dari Bekraf

Barista menjadi satu di antara profesi yang diperhatikan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia untuk kompetensinya melalui program sertifikasi

100 Lebih Barista Soloraya Ikuti Sertifikasi Kompetensi dari Bekraf
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Ratusan barista asal Soloraya mengikuti program sertifikasi Bekraf  

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Profesi peracik kopi atau barista menjadi satu di antara profesi yang diperhatikan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia untuk kompetensinya melalui program sertifikasi.

Seperti halnya yang dilakukan di Soloraya, di mana 100 lebih barista mengikuti program sertifikasi dari Bekraf, bertempat di Salaview Hotel Solo, Selasa (19/3/2019).

"Animonya sangat besar untuk barista yang ingin mengikuti uji kompetensi ini, bahkan untuk Soloraya saja hampir mencapai 140 barista," kata Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kopi Indonesia, Edy Panggabean, kepada Tribunsolo.com, Selasa (19/3/2019).

Baristanya Salah Tulis Nama Tamu, Starbucks Kembali Tersandung Kasus SARA

Pihaknya menyampaikan seorang barista dinyatakan lulus uji kompetensi apabila memenuhi 12 unit kompetensi.

Di antaranya mampu mengelola bahan baku, mengelola perlengkapan dalam meramu minuman, mematuhi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Selain juga mampu bekerjasama dengan kolega dan pelanggan, mengoperasikan bar, dan dapat berbicara Bahasa Inggris dengan operasional dasar.

Pihaknya menyampaikan esensi dari sertifikasi barista ini adalah untuk menciptakan nilai tambah serta profesionalitas.

Tercipta Barista yang kompeten dan mampu mengembangkan unit bisnis ekonomi kreatif yang berhubungan dengan kopi.

Tes Kepribadian: Pilihan Kopi Favorit Ternyata Menguak Rahasia Kepribadian Anda yang Sesungguhnya

Mengetahui dari 2016 hingga saat ini sudah lebih 2000 barista yang turut serta, namun baru 1.700 barista seluruh Indonesia yang memiliki Sertifikat Kompetensi Barista.

Karena memang tidak semua yang ikut dapat lulus kompetensi.

"Biasanya untuk Kota besar seperti Solo ini misalnya, prosentase kelulusan sekitar 80 persen, hal ini tergantung dari edukasi serta masifnya sosialisasi terkait pentingnya sertifikasi profesi di masing-masing daerah," imbuhnya.

Pihaknya berharap sertifikasi dari Bekraf ini mampu memberikan semangat dan motivasi teman-teman barista untuk menjadi pribadi yang lebih inovatif dan tentunya handal dalam skill sebagai peramu kopi.

Sehingga efeknya akan meningkatkan peluang industri kreatif kopi berkembang lagi, tidak hanya kelas nasional namun hingga internasional. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved