23 Komunitas di Sukoharjo Siap Kawal Pemilu 2019 Berjalan Bersih, Aman dan Damai
Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto mengatakan para komunitas yang hadir menyambut baik acara tersebut dan siap mengawal Pemilu 2019
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sekitar 200 orang yang berasal dari 23 komunitas di Sukoharjo memadati Halaman Gedung Graha Wijaya atau lebih dikenal dengan sebutan Gedung Lowo, pada Minggu (17/3/2019).
Mereka ingin mengetahui lebih dalam mengenai masalah kepemiluan dalam acara dialog santai dengan tema Angkringan Ngombe Jahe (Ngobrol Bebas Asal Jangan Sara, Hoax, dan Money Politik), yang digelar oleh Bawaslu Sukoharjo.
Kendati hujan mewarnai acara tersebut, penampilan Toni Belok kiri, Moko personel nyur melambai, dan P4GN Sukoharjo mampu menarik antusias para peserta.
Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto mengatakan para komunitas yang hadir menyambut baik acara tersebut dan siap mengawal Pemilu 2019 agar berjalan Bersih, aman, dan damai.
• RSUD Semanggi Akan Diberi Nama Bung Karno, Ini Kata Komisi IV DPRD Solo
"Respon dari peserta yang datang bagus, karena kita terbuka, mereka banyak yang bertanya juga mengenai tugas bawaslu dan penanganan pelanggaran."
"Dan kemarin dengan samangat bersama, kami berkomitmen ingin menciptakan pemilu bersih dan memilih pemimpin yang terbaik," katanya saat berbincang dengan TribunSolo.com, Senin (18/3/2019).
Antusias para peserta yang didomimasi kaum muda untuk mengawal pemilu ini sangat tinggi.
Lanjut Bambang, Mereka banyak yang menanyakan apa yang harus dilakukan saat menemukan pelanggaran.
"Jika masyarakat menemukan potensi pelanggaran, supaya dicegah terlebih dahulu, namun jika sudah diingatkan gak mau, bisa di dokumentasikan lalu dilaporkan kepada kami, bisa via media sosial bawaslu atau aplikasi android e-lula," katanya.
• Dirjen Pajak Jateng Sebut 3 Wajib Pajak Diduga Lakukan Pengemplangan Pajak
Acara ini digelar atas bekerjasama Bawaslu Sukoharjo dengan P4GN Sukoharjo.
Selain dialog, P4GN Sukoharjo juga membuka mobil pemilu yang terpakir di samping panggung acara.
"Kita juga membuka mobil Pemilu untuk mensosialisasikan bahaya narkoba sekaligus sosialisasi pemilu yang anti money politi, anti hoax, dan anti sara," katanya.
Koordinator P4GN Sukoharjo, Agus Widanarko mengatakan mobil pemilu ini nantinya akan berkeliling untuk mensosialisasikan kepemiluan dan dari P4GN sendiri juga akan menyampaikan tentang bahaya narkoba.
• BPOM akan Dampingi Pelaku UMKM Jamu Gendong agar Produknya Bisa Bersaing
"Kemaren setelah launching mobil penyuluh sekaligus menjadi mobil bersama Bawaslu keliling sosialisasi langsung mendapat jadwal 3 titik pada Minggu ini," katanya.
Mobil keliling ini akan sudah disiapkan membawa berbagai panduan mengenai kepemiluan, serta disetiap titik kelilingnya akan di dampingi oleh Panwascam setempat dan anggota P4GN. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/acara-dialog-santai-dengan-tema-angkringan-ngombe-jahe.jpg)