Breaking News:

Wakil Ketua KPK Mengaku Kasihan Tiap Melihat Ada yang Diperiksa, Apa Sebabnya?

Saut Situmorang mengajak para bupati/wali kota se-NTT untuk menghindari konflik kepentingan dalam menjalankan pemerintahan.

Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNNEWS / HERUDIN
Pimpinan terpilih KPK periode 2015-2019, Thony Saut Situmorang, pada acara serah terima jabatan, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (21/12/2015). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengajak para bupati/wali kota se-NTT untuk menghindari konflik kepentingan dalam menjalankan pemerintahan.

Menurutnya, korupsi tidak akan pernah selesai kalau semua pihak tidak mau berubah.

Pernyataan itu disampaikan Saut dalam arahannya pada kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi se-Provinsi NTT di aula Fernandes Kantor Gubernur Sasando, Kamis (21/3/2019).

"Setelah pemimpin itu selesai dipilih oleh rakyat, berikutnya adalah urusan bapak (pemimpin) dengan Tuhan Bapak."

"Tidak boleh ada yang ngatur-ngatur."

"Persoalan bangsa kita saat ini yang terbesar adalah conflict of interest (konflik kepentingan)."

"Kalau konflik kepentingan pasti tidak ada check and balance system (sistem pengawasan dan keseimbangan),” kata Saut.

KPK Ambil Sampel Suara 2 Tersangka Pejabat Kemenag Jatim untuk Telusuri Komunikasi dengan Pihak Lain

Sebagai kepala daerah, lanjut Saut, para bupati dan wali kota harus punya prinsip dan berpegang teguh pada nilai-nilai yang diyakininya.

Pemimpin itu, kata Saut, ibaratnya harus seperti elang yang terbang sendirian ke mana-mana tanpa dipengaruhi siapa pun.

Berintegritas itu artinya tidak peduli dengan orang lain selama itu baik dan untuk kepentingan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved