Kemenperin RI Fokuskan Pengembangan 9 Sentra Logam di Indonesia

Airlangga Hartarto: masih banyak tantangan yang dihadapi Industri Kecil Menengah untuk dapat menjalin kemitraan dengan supplier Agen Pemegang Merek.

Kemenperin RI Fokuskan Pengembangan 9 Sentra Logam di Indonesia
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Menperin RI Airlangga Hartarto tampak hadir dalam acara Kick-Off IKM dalam Supply Chain Industri Otomotif di Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jumat (22/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia (RI) Airlangga Hartarto berujar masih banyak tantangan yang dihadapi Industri Kecil Menengah (lKM) untuk dapat menjalin kemitraan dengan supplier Agen Pemegang Merek (APM).

Yakni seperti kesiapan SDM, teknologi mesin dan peralatan, teknis produksi, serta ketersediaan bahan baku.

Terkait kondisi tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI akan memfokuskan pengembangan di sembilan sentra logam.

"Yakni Ceper, Tegal, Yogyakarta, Sukabumi, Purbalingga, Semarang, Pasuruan, Sidoarjo, Sukabumi, dan Jabodetabek," katanya kepada wartawan, saat ditemui dalam acara Kick-Off IKM dalam Supply Chain Industri Otomotif, Ceper Klaten, Jawa Tengah, Jumat (2273/2019).

Ada Pengurus Partai yang Dukung Prabowo-Sandi, Airlangga Hartarto: Tak Masalah, Kami Optimis Unggul

Sentra-sentra tersebut ke depan juga diarahkan menjadi pusat logistik, pusat bahan baku (material center) dan Research and Development (R&D) bagi IKM di sekitarnya.

Kemenperin juga berupaya meningkatkan kemampuan teknis produksi sehingga mampu membuat produk komponen otomotif yang presisi.

Yakni melalui proses pencampuran bahan baku yang tepat, penerapan teknologi mesin atau peralatan, dan kontrol kualitas.

Dengan demikian, IKM diharapkan mampu memperluas jaringan pasar, melakukan diversifikasi produk.

Menjalin kemitraan dengan industri besar dan meningkatkan ekspor.

Bekraf: Sertifikasi Kompetensi Dapat Naikkan Kredibilitas Profesi Barista

Terkait Kick-Off IKM dalam Supply Chain Industri Otomotif, di Ceper, Klaten tersebut merupakan perwujudan melalui keberhasilan Koperasi Batur Jaya (KBJ) yang sejak awal Januari 2019 berhasil memproduksi 200 buah cylinder sleeve dan mengirimkannya kepada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

"Apresiasi kami kepada Kepada Koperasi Batur Jaya, telah melakukan banyak perubahan untuk pengembangan usaha sehingga mampu memasuki rantai pasok industri otomotif," ujar Menperin RI.

Kemenperin berharap, IKM di Ceper khususnya pada anggota KBJ terus meningkatkan dan mengoptimalkan seluruh bantuan dan pendampingan yang telah diberikan. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved