BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta Fokus Tingkatkan Kepesertaan Sektor UMKM

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Nur Haryani, berujar saat ini belum banyak pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Solo yang tercover jaminan sosial

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta Fokus Tingkatkan Kepesertaan Sektor UMKM
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Surakarta bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM Surakarta untuk berkomitmen mendongkrak kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), di Hotel Dana Solo, Senin (25/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Surakarta bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM Surakarta untuk berkomitmen mendongkrak kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Nur Haryani, berujar saat ini belum banyak pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Solo yang ter-cover jaminan sosial.

Baik jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, pensiun, dan jaminan kematian.

"Dari sekitar 3.200 pelaku atau pemilik UMKM di Kota Solo, hanya 329 pelaku yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," katanya kepada wartawan, Senin (25/3/2019).

Penderita Kanker Payudara Asal Sragen yang Disebut Sandiaga Uno sudah Optimal Terlayani BPJS

Hal ini dikarenakan pelaku usaha mikro khususnya para pedagang kecil masih belum stabil pendapatannya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Surakarta, Yosef Rizal.

Menurut dia, salah satu sebab minimnya kepesertaan pelaku UMKM adalah ketidaktahuan mereka terhadap BPJS Ketenagakerjaan.

"Padahal manfaat BPJS Ketenagakerjaan sangat besar, dibanding iurannya yang sangat kecil," katanya.

Kemenkominfo Ajak Warga Solo Jadi Peserta BPJS 2019, Kini Bisa Daftar Online via Play Store

Ia memcontohkan, dengan iuran kurang dari Rp 10 ribu per bulan untuk dua program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, klaim yang didapat cukup besar bahkan bisa dikatakan tidak terbatas, kalau terjadi kecelakaan kerja atau musibah.

"Tidak hanya memberi perlindungan atau jaminan, upaya itu juga untuk menekan munculnya kemiskinan baru," pungkasnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved