Romahurmuziy Ditangkap KPK

Kasus Romahurmuziy, KPK Panggil 5 Panitia Seleksi Jabatan Tinggi Kemenag

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima orang dari panitia seleksi jabatan tinggi Kementerian Agama (Kemenag), Rabu (27/3/2019).

Kasus Romahurmuziy, KPK Panggil 5 Panitia Seleksi Jabatan Tinggi Kemenag
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima orang dari panitia seleksi jabatan tinggi Kementerian Agama (Kemenag), Rabu (27/3/2019).

Mereka rencananya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kemenag Jawa Timur.

Mereka yang dipanggil adalah Ketua Panitia Seleksi Nur Kholis Setiawan, Sekretaris Panitia Seleksi Abdurrahman Mas'ud dan tiga anggota panitia bernama Kuspriyomurdono, Khasan Effendy dan Rini Widyantini.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RMY (mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu.

Mahfud MD & Mantan Menkumham Hamid Awaluddin Bahas Filsafat Jawa Pengeran Ora Sare, Singgung OTT?

Dalam kasus ini, Romahurmuziy diduga menerima uang dengan total Rp 300 juta dari dua pejabat Kemenag di Jawa Timur.

Mereka adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romy untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur.

Bahas Kasus Romahurmuziy, Mahfud MD Sebut Tiga Ritual Pejabat yang Tertangkap OTT KPK

Romahurmuziy dianggap bisa memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dinilai mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag.

Pada waktu itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Sementara itu, Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Romahurmuziy, KPK Panggil 5 Orang Panitia Seleksi Kemenag"
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman

Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved