Alat Pengolah Limbah Baru Milik PT Rum Sudah Mulai Dirakit di China

Selama ini, bau limbah PT RUM dianggap meresahkan masyarakat, khususnya di sekitar pabrik di Kecamatan Nguter, Sukoharjo.

Alat Pengolah Limbah Baru Milik PT Rum Sudah Mulai Dirakit di China
TribunSolo.com/Agil Tri
Sekertaris PT RUM, Bintoro Dibyoseputro dan Direktur PT RUM Rahmad saat ditemui dikantornya, Kamis (28/3/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - PT Rayon Utama Makmur (RUM) serius dalam pengolahan limbahnya.

Selama ini, bau limbah PT RUM dianggap meresahkan masyarakat, khususnya di sekitar pabrik di Kecamatan Nguter, Sukoharjo.

Menurut Sekertaris PT RUM, Bintoro Dibyoseputro, alat baru ini mampu mendaur ulang H2S menjadi H2SO4 yang digunakan untuk produksi.

"Saat ini alatnya sudah dirakit di China, meski perakitannya di China, namun teknologinya dari Eropa, sangat bagus sekali," katanya saat ditemui di kantornya, Kamis (28/3/2019).

Warga dan Mahasiswa di Sukoharjo Unjuk Rasa Tuntut Sritex, Begini Tanggapan Pihak PT RUM

Alat pengolah limbah ini dikenal dengan nama H2SO4 recovery, yang mana H2SO4 merupakan salah satu bahan baku utama untuk membuat rayon.

"Dengan teknologi ini tidak perlu lagi mengadakan zat tersebut, karena limbah berupa H2S dikembalikan lagi menjadi H2SO4," imbuh Bintoro.

Dia memastikan, alat sudah dipesan dan tidak bisa dibatalkan lagi, karena dia sudah menandatangani Later of Credit (LC).

PT RUM siap merogoh gocek sebesar 25 - 50 juta dollar Amerika Serikat (AS) untuk pengadaan alat pengolah limbah baru tersebut.

Sementara itu, Konsultan IPAL PT RUM, Dadang menambahkan jika alat itu sudah tiba, maka wet scrubber akan diganti.

Massa Berunjuk Rasa Tolak PT RUM dan Boikot Sritex di Depan Fashion Village Sukoharjo

"Selama ini pengolahan limbah di PT RUM sudah baik, terbukti dengan standar baku mutunya," katanya.

Namun, masyarakat maaih sering mengeluhkan bau limbah yang keluar.

"Dengan alat baru itu, maka masalah bau limbah akan selesai," katanya.

PT RUM sendiri saat ini mampu memproduksi serat rayon hingga 80 ribu ton/tahun. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved