Bawaslu Lakukan Investigasi Soal Kalender Prabowo-Sandi Berlogo Pemkab Sukoharjo

Dalam kalender tersebut tercantum juga gambar Pasangan Calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden Nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno

Bawaslu Lakukan Investigasi Soal Kalender Prabowo-Sandi Berlogo Pemkab Sukoharjo
TribunSolo.com/Agil Tri
Kantor Bawaslu Sukoharjo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo kembali melakukan investigasi mengenai bahan kampanye berupa kalender yang mencantumkan logo dan tulisan Kabupaten Sukoharjo.

Dalam kalender tersebut tercantum juga gambar Pasangan Calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden Nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Bawaslu kembali memanggil saksi dari Sekretaris Partai Berkarya Sukoharjo, Joko Sarwono, untuk dimintai keterangan, Kamis (28/3/2019).

Sebelumnya Bawaslu juga memanggil Sekertaris Daerah (Setda) Kabupaten Sukoharjo, Agus Santosa sebagai saksi.

AM Putut Prabantoro: Para Pemuda Harus Menjaga dan Merawat Anugerah Bernama Indonesia

Komisioner Bawaslu Sukoharjo Divisi Penindakan Pelanggaran, Rochmad Basuki mengatakan Joko diberikan 27 pertanyaan seputar kalender tersebut.

"Saksi yang kita panggil hari dari Partai Berkarya, dia menerima kalender tersebut yang dikirim di rumahnya," katanya

Rochmad menambahkan, Joko tidak mengetahui pengirim kalender tersebut.

"Yang dia tau katanya pengirimbya dari Gempor Jateng, setelah di cek ternyata Gempor Jateng buka tim dari BPN," katanya.

Dia mengaku belum mencari tau apakah Gempor Jateng ini merupakan tim dari 01 atau bukan.

"Investigasi kita belum sampai disitu, kalau diperlukan, kita mungkin akan cari tau sampai kesana," ungkapnya.

Puluhan Buruh Pendukung Prabowo Long March Surabaya-Jakarta Singgah di Posko BPN Dekat Rumah Jokowi

Bawaslu Sukoharjo sendiri menawarkan untuk sisan kalender yang masih disimpan oleh Joko dan timnya untuk dititipkan di Bawaslu.

Hal itu disambut baik Joko, yang akan menyerahkan kalender-kalender tersebut.

"Ya nanti saya akan serahkan kalender tersebut kepada Bawaslu," kata Joko Sarwono.

Joko sendiri mengaku menerima kalender tersebut sebanyak 3 ribu kalender, yang mana sebagian sudah disebar oleh timnya, karena tidak tau kalender tersebut berpolemik. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved