KPK: OTT Anggota BUMN Diduga Terkait Korupsi Pupuk

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 7 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

KPK: OTT Anggota BUMN Diduga Terkait Korupsi Pupuk
Kompas.com/Reza Jurnaliston
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (2/8/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 7 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Mereka yang diamankan berasal dari unsur direksi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pihak swasta dan pengemudi. KPK menduga akan terjadi pemberian uang.

"Kami mengidentifikasi diduga ini bukan pemberian pertama. Jadi, sebelumnya diindikasikan ada penerimaan-penerimaan lain, sehingga kami cukup meyakini dengan bukti-bukti yang ada bahwa transaksi tersebut telah terjadi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/3/2019) dini hari.

Gelar OTT di Jakarta, KPK Tangkap 7 Orang, Termasuk Pegawai BUMN

KPK menduga penyerahan sejumlah uang itu terkait kepentingan distribusi pupuk menggunakan kapal.

"Yang pasti ada kebutuhan distribusi pupuk dari salah satu BUMN yang memproduksi dan mengelola pupuk menggunakan kapal pihak swasta, diduga transaksi yang terkait dengan itu," sambungnya.

KPK menyayangkan dugaan obyek suap ini terkait dengan distribusi pupuk.

Mahfud MD & Mantan Menkumham Hamid Awaluddin Bahas Filsafat Jawa Pengeran Ora Sare, Singgung OTT?

"Jadi jika ada transaksi di sana tentu saja kepentingan yang lebih besar untuk distribusi pupuk ini kemudian terganggu," kata dia.

Menurut Febri, KPK mengamankan uang dalam pecahan rupiah dan dollar Amerika Serikat. Meski demikian, jumlahnya masih dihitung oleh tim KPK.

KPK akan menentukan status dari pihak yang diamankan dalam waktu 1 x 24 jam. Terkait kasus ini, KPK akan menggelar konferensi pers hari ini, Kamis (28/3/2019). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "OTT Direksi BUMN, KPK Duga Pemberian Uang Tak Hanya Sekali"
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman

Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved