Romahurmuziy Ditangkap KPK

Panggil Sekjen Kemenag sebagai Saksi Romahurmuziy, KPK Dalami Dasar Hukum & Seleksi Pimpinan Tinggi

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Kholis Setiawan mengaku dicecar penyidik KPK soal alur seleksi pimpinan tinggi di Kementerian Agama.

Panggil Sekjen Kemenag sebagai Saksi Romahurmuziy, KPK Dalami Dasar Hukum & Seleksi Pimpinan Tinggi
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Sekjen Kemenag ditempati Nur Kholis Setiawan di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (27/3/2019). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Kholis Setiawan mengaku dicecar penyidik KPK soal alur seleksi pimpinan tinggi di Kementerian Agama.

Pertanyaan penyidik disampaikan dalam pemeriksaan Nur Kholis sebagai saksi untuk tersangka Romahurmuziy, Rabu (27/3/2019).

Dalam proses seleksi tersebut Nur Kholis merupakan Ketua Panitia Seleksi Pimpinan Tinggi Kementerian Agama 2018-2019.

Dia mengaku tim penyidik KPK menggali keterangan bagaimana alur proses seleksi dari tahap awal hingga akhir.

Kasus Romahurmuziy, KPK Panggil 5 Panitia Seleksi Jabatan Tinggi Kemenag

Menurut Nur Kholis, proses yang dilakukan saat itu sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Sejumlah dokumen yang diperlukan pun dibawanya untuk dijelaskan kepada penyidik KPK.

"Kapasitas kami (Pansel) tentu memberikan penjelasan, memberikan keterangan dari apa yang kami lakukan sesuai dengan SOP yang ada, sesuai dengan regulasi yang menjadi dasar dari kami melakukan kerja sebagai panitia seleksi," kata Nur Kholis usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (27/3/2019).

Nur Kholis menerangkan penyidik mendalami tentang dasar hukum, alur proses, dari akhir hingga menyentuh akhir proses seleksi jabatan tinggi Kementerian Agama.

Alur proses seleksi disebutnya sangat panjang.

"Ada 24 tahapan yang tadi saya berikan keterangan kepada penyidik KPK untuk kemudian dianalisis dan diperlukan bagi mereka untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Nur Kholis.

Halaman
12
Penulis: Admin
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved