Polisi Sebut Terduga Teroris Anggota Kelompok JAD di Bandung Gunakan WhatsApp untuk Koordinasi

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap terduga teroris berinisial WP alias Sahid di rumah kontrakannya di desa Bojongmalaka, Bandung

Polisi Sebut Terduga Teroris Anggota Kelompok JAD di Bandung Gunakan WhatsApp untuk Koordinasi
KOMPAS.com/Devina Halim
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, saat ditemui di ruangannya, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan teroris yang tergabung dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah ( JAD) di Bandung menggunakan aplikasi bertukar pesan Whatsapp untuk berinteraksi dengan jaringan teroris di Lampung dan Jawa Timur.

"Komunikasinya melalui jejaring media sosial, lewat WA"

"Mereka (kelompok Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur) punya WA ya," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap terduga teroris berinisial WP alias Sahid di rumah kontrakannya di desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Bandung.

WP merupakan anggota kelompok JAD wilayah Jawa Barat.

Polri memprediksi, anggota JAD Jawa Barat sekitar enam sampai delapan orang.

Foto Jung Joon Young Dihapus dari Poster Reality Show 4 Wheeled Restaurant

Dedi menyebutkan seseorang di Jawa Timur merupakan pengarah dalam rencana aksi amaliyah yang akan dilakukan WP dan kelompoknya.

"Otaknya di Jatim," ucapnya.

Saat ini, lanjut Dedi, Densus 88 masih mencari anggota kelompok JAD wilayah Jawa Barat.

WP dan anggota lainnya merencanakan aksi merampok mobil pengisi ATM di Jawa Timur.

Halaman
12
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved