BPJS Ketenagakerjaan Solo Ingin Ubah Mindset Masyarakat: BPJS adalah Kebutuhan

Menurut Kepala Bidang kepesertaan dan program khusus, BPJS Ketenagakerjaan Solo, Rafik Ahmad keikutsertaan di wilayah Solo Raya baru 26 persen.

BPJS Ketenagakerjaan Solo Ingin Ubah Mindset Masyarakat: BPJS adalah Kebutuhan
TribunSolo.com/Agil Tri
Kepala kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Yosef Rizal (Batik merah), saat ditemui TribunSolo.com, di Gedung Gelar Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD), Kamis (4/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - BPJS ketenagakerjaan ingin mengubah stigma masyarakat mengenai BPJS.

Menurut Kepala Bidang kepesertaan dan program khusus, BPJS Ketenagakerjaan Solo, Rafik Ahmad keikutsertaan badan usaha dan pekerjaan di wilayah Solo Raya baru 26 persen.

"Tahun 2019 ini badan usaha di Surakarta yang sudah mendaftar sebanyak 450 badan usaha, kalau yang sudah di input ada sekitar 4.400an."

"Kepesertaanya baru sekitar 26 persen, padahal potensinya di cukup besar," katanya saat ditemui TribunSolo.com, di Gedung Gelar Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD), Kamis (4/4/2019).

BPJS Ketengakerjaan Gandeng Disdagkop UKM Sukoharjo untuk Tingkatkan Keikutsertaan Peserta dari UMKM

Dia menambahkan untuk di Jawa Tengah sendiri, potensi pekerja formal dan informal cukup besar daripada daerah lain, dari datanya sendiri, pekerja informal di Jawa Tengah bahkan lebih mendominasi.

Kepala kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Solo, Yosef Rizal menambahkan banyaknya pekerja yang belum mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan karena pola pikir masyarakat yang belum menjadikan BPJS Ketenagakerjaan sebagai kebutuhan.

"Dari pekerja informal masih kecil, dibawa 50 persen, karena mindset masyarakat yang harus kita ubah, BPJS itu adalah kebutuhan," katanya.

Dia menambahkan, saat ini BPJS Kesehatan sudah tidak mau lagi meng-cover kecelakaan kerja.

"BPJS Kesehatan hanya melayani orang sakit saja, kalau kecelakaan kerja BPJS Kesehatan enggak mau menanggung, karena resiko terhadap pekerjaan kan ke BPJS Ketenagakerjaan," ucapnya.

Yosef Rizal menambahkan BPJS Ketenagakerjaan punya prinsip untuk memberi perlindungan kepada semua tenaga kerja dan pelaku usaha.

"Dengan membayar Rp 9.600/orang biayanya kan murah, harga kopi dan rokok berapa, itu tinggal pilihan setiap orang," katanya.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta Fokus Tingkatkan Kepesertaan Sektor UMKM

Dengan biaya iuran Rp 9.600 itu, pengguna BPJS Ketenagakerjaan bisa mendapatkan dua fasilitas, yaitu jaminan ketenagakerjaan dan pensiunan.

"Kita tidak melakukan bisnis di sini, kalau kita melakukan bisnis angka iurannya terlalu kecil," katanya.

"Kita punya prinsip semua tenaga kerja dan pelaku usaha harus dilindungi, supaya mereka kerjanya nyaman," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved