Banjir di Solo Raya

Jembatan Penghubung Jebres-Mojosongo Dibuka Lagi, Jadi Akses Ratusan Mahasiswa UNS Solo Setiap Hari

Jembatan penghubung antara Kelurahan Jebres dengan Mojosongo di Kecamatan Jebres, Solo yang ditutup, ternyata kerap dimanfaatkan ratusan mahasiswa.

Jembatan Penghubung Jebres-Mojosongo Dibuka Lagi, Jadi Akses Ratusan Mahasiswa UNS Solo Setiap Hari
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Anggota Tim SAR Rajawali Solo membantu masyarakat yang menyeberang di jembatan di atas anak Bengawan Solo yang menghubungkan Kelurahan Jebres dengan Mojosongo di Kecamatan Jebres, Solo, Kamis (4/4/2019).  

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Jembatan penghubung antara Kelurahan Jebres dengan Mojosongo di Kecamatan Jebres, Solo yang ditutup, ternyata selama ini dimanfaatkan oleh ratusan mahasiswa setiap harinya.

Seorang mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Abdul latif (19) menyebut, keberadaan infrastruktur jembatan di atas anak sungai Bengawan Solo itu, sangat penting.

"Kalau kami (mahasiswa) yang ngekos di Mojosongo jika tidak lewat jembatan, sama saja memutar beberapa kilometer," aku dia kepada TribunSolo.com, Kamis (4/4/2019). 

"Setiap hari ratusan mahasiswa lewat, ada kalau jumlah segitu," jelasnya.

Bahkan saat ditutup selama sekitar lima jam lamanya, banyak mahasiswa kecele, sehingga harus mencari jalur lain untuk menuju ke kampusnya pagi hari.

Debit Air Anak Sungai Bengawan Solo Nyaris Meluap, Jembatan Penyeberangan di Jebres Sempat Ditutup

"Banyak yang berputar mencari jalan lain, karena akses ditutup," tuturnya.

"Memang paling banyak yang lewat mahasiswa, ya kan dekat kalau ke kampus," ungkap dia membeberkan.

Warga yang biasanya melewati jembatan, Nunik (36) mengaku, sempat tidak percaya mendapat informasi jika jembatan ditutup.

Pasalnya lanjut dia, selama penghujan jembatan tidak pernah ditutup karena terimbas kenaikan debit anak sungai Bengawan Solo tersebut.

"Saya menemui baru ini, mungkin ke depan bisa dicarikan solusi, bisa saja ketinggian jembatan dinaikkan lagi," paparnya.

Anggota Tim SAR Rajawali Solo, Lutfi Ahmad Rifai yang berjaga menjelaskan, masyarakat tetap harus mewaspadai kenaikan debit air kembali mengingat musim hujan belum usai.

"Meskipun dibuka lagi, kami tadi di lapangan minta lewat satu demi satu, karena kan arus sungai masih cukup deras," jelas dia. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved