Ketua Bawaslu Tegaskan Pencurian Suara pada Pemilu 2019 Sulit Terjadi

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslus), Abhan, menilai sulit terjadi pencurian suara pada Pemilu 2019

Ketua Bawaslu Tegaskan Pencurian Suara pada Pemilu 2019 Sulit Terjadi
KOMPAS.com/ DANI J
Ketua Bawaslu RI Abhan dan Wakil Bupati Kulon Progo Sutejo deklarasikan Desa Hargomulyo di Kecamatan Kokap sebagai desa anti politik uang. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslus), Abhan, menilai sulit terjadi pencurian suara pada Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan Abhan untuk menanggapi pernyataan calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyatakan ada potensi suaranya dicuri.

Abhan mengatakan, rekapitulasi suara dilakukan secara berjenjang dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi.

Dalam prosesnya, rekapitulasi disaksikan perwakilan KPU, Bawaslu, saksi dari partai, dan pemantau pemilu.

"Penghitungan rekap itu kan berjenjang"

"Di TPS kemudian direkap di PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan)"

"Artinya apa? Kalau ada kesalahan hitung di TPS, bisa dikoreksi di PPK"

"Demikian juga ketika rekap di PPK ada kesalahan, bisa dikoreksi di rekap kabupaten, sampai ke KPU RI," kata Abhan di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Sabtu (6/4/2019).

Dilarang Bermain PUBG, Remaja di India Ini Nekat Bunuh Diri

"Kedua gini... setiap proses penghitungan dan rekapitulasi itu ada tiga pihak. Ada penyelenggara KPU, ada pengawas pemilu, ada saksi peserta pemilu"

"Dan itu transparan, bisa dilihat," lanjut dia.

Halaman
12
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved