Pimpinan Yayasan Ponpes Al Mukmin Ngruki dan Mabes Polri Berbicara Soal Fenomena Hoaks

Maraknya peredaran berita hoaks yang berkembang di tengah masyarakat, terlebih saat pemilu ini mendapat perhatian dari berbagai pihak

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Agil Tri
AKBP Syuhaimi, KH. Wahyudin, bersama petinggi Ponpes Al-Mukmin saat berfoto bersama di diruang pertemuan Yayasan Pendidikan Islam Al-Mukmin (YPIA), Sabtu (6/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Maraknya peredaran berita hoaks yang berkembang di tengah masyarakat, terlebih saat pemilu ini mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Seperti halnya perwakilan Mabes Polri, AKBP Syuhaimi dan Ketua Yayasan Ponpes Al Mukmin, KH. Wahyudin saat bertemu di diruang pertemuan Yayasan Pendidikan Islam Al-Mukmin (YPIA), Sabtu (6/4/2019).

Berita hoaks dinilai dapat memperkeruh dan memanaskan tensi pada Pemilu tahun ini, apalagi berita hoaks dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menjatuhkan lawannya.

Menurut AKBP Syuhaimi, dengan masifnya perkembangan media sosial menjadikan analisis seseorang pada suatu informasi tidak tajam lagi

"Medsos menjadikan analisis seseorang tidak tajam, karena bacanya sepotong-sepotong, beda kalau kita baca media mainstream, koran, buku runtutannya jelas, informasinya mendalam," katanya.

Ke Lombok, Jusuf Kalla Pantau Pembangunan Rumah Korban Gempa

Dia menambahkan pemberitaan hoaks dan ujaran kebencian membuat suasana tidak nyaman, yang membuat amarah seseorang.

"Untuk meredam itu, kita harus antisipasi itu dan meredam itu, tidak hanya dari mahasiswa, tapi juga dibantu dari Ponpes untuk membantu," katanya.

Meski Pemilu ini dipenuhi dengan berbagai dinamika, dia ingin dalam Pemilu mampu membuahkan pemimpin yang mampu merespon aspirasi masyarakat, dan menjadikan Indonesia kearah yang lebih baik lagi.

Long March dari Surabaya, 70 Buruh Akan Hadiri Kampanye Prabowo-Sandi di GBK Jakarta Besok

Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Al Mukmin, KH. Wahyudin menilai, hoaks merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari oleh umat manusia.

"Hoaks tidak bisa dihindari, semakin hari semakin banyak, dan jika itu terus menerus ditangani oleh polisi dan jaksa akan kewalahan dan habis waktunya untuk mengurusi hal-hal yang seperti itu, untuk memproses orang kepengeadilan butuh waktu berapa lama, sementara pemilu tinggal berapa hari lagi."

"Maka kita harus memilih yang cerdas, memilih yang terbaik, yang buruk abaikan saja," katanya.

KPU Diserang Berbagai Hoaks, Mendagri Sebut Ada Upaya Delegitimasi

Dia menambahkan, yang berbahaya dalam pemilu ini adalah adanya oknum yang menjatuhkan orang lain untuk mengangkat dirinya sendiri.

"Yang berhungan dengan pemilu ini selalu saya sampaikan, jika Allah menghendaki akan terpilih ya akan terpilih, yang menentukan adalah kuasa Allah, semua takdir Allah," katanya.

Dia menhimbau untuk selektif dalam memilih, menilai, dan memilah.

"Inilah ikhtiar kita, kita harus mengamati, mencari informasi meski banyak informasi yang black capaign dan hoaks, sehingga kita harus bisa memilih, menilai, dan memilah yang terbaik," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved