Hoaks Meningkat 18 Kali Lipat Jelang Pemilu, Menkominfo Sebut Kasus Paling Banyak Serang Jokowi

Setelah identifikasi hingga validasi lagi hingga akhir tahun, Kominfo memastikan ada 75 hoaks tersebar atau naik 3 kali lipat hingga Desember 2018

Hoaks Meningkat 18 Kali Lipat Jelang Pemilu, Menkominfo Sebut Kasus Paling Banyak Serang Jokowi
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Menkominfo Rudiantara saat ditemui wartawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (22/2/2019) 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa jumlah kabar bohong atau hoaks meningkat 18 kali lipat menjelang Pemilu 2019 yang akan dihelat 17 April 2019 mendatang sejak dipantau pada Agustus 2018.

Setelah identifikasi hingga validasi lagi hingga akhir tahun, Kominfo memastikan ada 75 hoaks tersebar atau naik 3 kali lipat hingga Desember 2018.

Setelah melalui proses identifikasi, verifikasi dan validasi, pada Agustus 2018, hoaks terhitung 25 kasus.

Jumlahnya lalu naik tiga kali lipat menjadi 75 kasus pada Desember 2018.

Pada Januari 2019, jumlahnya lalu meningkat lagi menjadi 175 kasus dan terus meningkat menjadi 353 kasus pada Februari 2019.

Terakhir, pada Maret 2019, ditemukan ada 453 kasus.

Improvisasi Layanan, Malindo Air Tawarkan Beragam Minuman dan Makanan Ringan Selama Penerbangan

Kabar bohong terbanyak mengangkat isu seputar politik, pemilihan umum 2019, hingga pencalonan presiden dan wakil presiden.

Tidak sekadar mengumbar kabar bohong, tetapi juga menebar fitnah, bahkan mengadu domba.

Dua pasangan capres-cawapres yang sedang "bertarung" sekarang juga tidak sepi dari serangan hoaks.

Kedua kubu pernah diterpa hoaks itu, baik menyerang kubu pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf, maupun 02, Prabowo-Sandiaga.

Halaman
123
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved