Pemilu 2019

Caleg Terancam 2 Tahun Penjara setelah Terbukti Berpolitik Uang dan Kampanye di Masjid di Kartasura

Seorang calon anggota legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan (Dapil) V berinisial NR terancam hukuman penjara maksimal dua tahun.

KOMPAS.com/LAKSONO HARI W
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Seorang calon anggota legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan (Dapil) V berinisial NR terancam hukuman penjara maksimal dua tahun.

Hal ini karena kampanye yang dia lakukan pada awal Maret 2019 lalu di Masjid Baitus Syukur di Desa Gonilan, Kartasura.

Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto mengatakan, NR melakukan kampanye pada sebuah pertemuan kelompok PKK di dalam masjid.

"Dia di sana melakukan kampanye, membawa atribut juga."

"Saat kami tanyai sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), dia mengakui itu semua," katanya saat ditemui TribunSolo.com di Kantornya, Selasa (16/4/2019).

NR juga membagikan sejumlah atribut kampanye berupa kalender serta memperagakan cara coblosan.

Ikan Bawal Bertato Jokowi, Maruf Amin, Prabowo dan Sandiaga Dijual Rp 20 Juta di Banyumas

Sesuai aturan yang berlaku, tempat ibadah termasuk zona bebas kampanye selain sekolah, dan lingkungan instansi pemerintah.

Selain kampanye di tempat ibadah, caleg asal Laweyan ini juga terbukti membagikan sejumlah uang kepada kelompok PKK tersebut.

"Dia juga memberikan uang sebesar Rp 300 ribu kepada kelompok masyarakat tersebut," katanya.

Saat ini, kasusnya sudah dilimpahkan ke kepolisian, namun NR belum ditahan karena masih menunggu proses penyidikan.

"Saat ini kasusnya sudah dilimpahkan ke kepolisian, namun pelakunya ini masih cuti melahirkan, mungkin tanggal 18 atau 20 April baru bisa dimintai keterangan," katanya.

Bawaslu Sukoharjo Temukan Satu Kotak Suara Rusak di Tanjungrejo Nguter karena Terkena Guyuran Hujan

Bambang menambahkan, NR sudah berstatus tersangka, dengan saksi dan bukti yang sudah cukup memenuhi.

"Nanti disangkakan undang-undang Pasal 521 yang bebunyi setiap pelaksana, peserta dan atau tim kapanye yang dengan sengaja melanggar larangan kampanye seperti yang dimaksud pasal 280 ayat 1."

"Yang dilanggar itu pasal 280 ayat 1 huruf h tentang kampanye ditempat ibadah dan j tenatang money politics," katanya.

Akibat perbuatannya NR terancam kurungan paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved