Pasar Murah Mirunggan Solo Tak Berdampak Signifikan terhadap Harga Bawang di Pasar Tradisional

Intervensi harga bawang pada kegiatan Pasar Murah Mirunggan yang digelar TPID Kota Solo pada 7-12 April 2019 tidak cukup berdampak.

Pasar Murah Mirunggan Solo Tak Berdampak Signifikan terhadap Harga Bawang di Pasar Tradisional
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Ilustrasi pedagang di Pasar Gede Solo. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Intervensi harga bawang pada kegiatan Pasar Murah Mirunggan yang digelar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo pada 7-12 April 2019 tidak cukup berdampak.

Pasalnya, hingga saat ini harga harga jual bawang merah dan bawang putih di pasaran justru terus melonjak naik.

Seorang pedagang bawang di Pasar Legi Solo, Maryani (45), berujar harga bawang putih dari sebelumnya di angka Rp 45 ribu per kilogram (kg) sekarang naik menjadi Rp 48 ribu per kg.

"Kenaikan ini sudah terjadi beberapa hari yang lalu," terangnya kepada TribunSolo.com, Kamis (18/4/2019).

Pemilu 2019, Pasar Tradisional di Solo Tetap Beroperasi

Sedangkan untuk bawang merah dari sebelumnya Rp 34 ribu per kg sekarang naik menjadi Rp 37 per kg.

Pihaknya mengaku harga jual yang ditetapkan hanya menyesuaikan dari harga beli dari pemasok.

Dan sampai dengan saat ini belum diketahui penyebab kenaikan tersebut.

Senada dengan Maryani, pedagang bawang lainnya, Sri Maryati, juga mengaku pasar murah yang digelar TPID Solo tidak dirasakan dampaknya.

Respons Najwa Shihab saat Tahu Namanya Dicoblos pada Pilpres 2019 di Kairo Mesir

Mengingat harga komoditas bawang merah dan bawang putih terus merangkak naik.

"Karena yang disasar dalam pasar murah hanya pembeli," katanya.

Itu pun pasokan dan pembelian juga dibatasi.

Sehingga di tingkat pemasok dan pedagang tidak ada pengaruh. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved