Pilpres 2019

Perwakilan Puluhan Organisasi Relawan Jokowi-Ma'ruf Berkumpul, Sepakat Ikuti Imbauan Jokowi

Puluhan perwakilan organisasi yang tergabung dalam Relawan Solo Kompak itu, berkumpul di Sahid Raya Hotel, Jalan Gajah Mada

Perwakilan Puluhan Organisasi Relawan Jokowi-Ma'ruf Berkumpul, Sepakat Ikuti Imbauan Jokowi
Tribunsolo.com/Asep Abdullah Rowi
Perwakilan konsolidasi 38 organisasi relawan Jokowi-Ma'ruf di Sahid Raya Hotel, Jalan Gajah Mada, Solo, Kamis (18/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perwakilan puluhan organisasi relawan capres dan cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) berkumpul di Solo, Kamis (18/4/2019).

Puluhan perwakilan organisasi yang tergabung dalam Relawan Solo Kompak itu, berkumpul di Sahid Raya Hotel, Jalan Gajah Mada.

Juru Bicara Relawan Solo Kompak yang juga Ketua Relawan Revolusi Mental Indonesia (RMI) Solo, Julius Sapto Utomo mengatakan, ada sebanyak 38 perwakilan organisasi yang mendukung Jokowi-Ma'ruf dalam Pemilu 2019.

"Kita sepakat, tidak akan menggelar perayaan kemenangan hasil perhitungan cepat atau quick count untuk meredam suhu panas politik masa  kampanye dan pemungutan suara," katanya.

PSI Keok di Pemilu 2019, Tsamara Amany: Kita Akan Terus Berjuang

Namun dengan hitung cepat belasan lembaga survei yang menghasilkan Jokowi-Ma'ruf unggul dibandingkan Prabowo-Sandi, pihaknya sangat  mengapresiasi.

"Kami pastinya senang, tetapi tidak perlu ditanggapi belebihan," jelasnya.

"Sambil menunggu hasil perhitungan KPU Pusat," aku dia menegaskan.

Tepis Isu Kembalinya Sandiaga Uno, Ahmad Syaikhu Yakin Kursi Cawagub DKI Jakarta Tetap Milik PKS

Bahkan dia menambahkan, relawan tetap mematuhi imbauan Jokowi agar tidak merayakan pesta kemenangan dalam bentuk apapun sampai KPU resmi merilis hasil rekapitulasi dalam 35 hari kedepan.

"Jangan sampai terporovikasi dan euforia berlebihan," ungkapnya.

Adapun Ketua Relawan Jokowi Centre, Ari Duta memaparkan, pihaknya juga meminta pendukung Jokowi-Ma'ruf tidak membuat meme yang menimbulkan kecemasan.

"Jangan sampai di media sosial (medsos) membuat meme atau pasang status," harap dia. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved