Teror Bom di Sri Lanka

Korban Tewas Akibat Teror Bom di Sri Lanka Bertambah Jadi 156 Orang, Pelaku Belum Diketahui

Laporan terkini korban tewas dalam serangkaian ledakan di Sri Lanka pada Minggu (21/4/2019) bertambah mejadi 156 orang.

Korban Tewas Akibat Teror Bom di Sri Lanka Bertambah Jadi 156 Orang, Pelaku Belum Diketahui
Twitter Aashik Nazardeen
Kondisi gereja pascaledakan bom di Srilanka 

Menurutnya, pelaku bom bunuh diri telah merencanakan serangan pada gereja-gereja utama.

"Sebuah agen intelijen asing melaporkan, NTJ (National Thowheeth Jama'ath) berencana melakukan seranga bunuh diri menargetkan gereja terkemuka dan komisi tinggi India di Colombo," demikian bunyi peringatan itu.

BTS Ungkap Kunci Sukses Jadi Boygrup K-pop Terpopuler

NTJ merupakan kelompo radikal di Sri Lanka yang dikaitkan dengan vandalisasi patung Buddha pada tahun lalu.

Rangkaian ledakan

Ledakan pertama dilaporkan terjadi di Gereja St Anthony's Shrine, sebuah gereja Katolik yang terkenal di Colombo.

Ledakan mematikan kedua kemudian dikonfirmasi berlangsung di Gereja St Sebastian, sebuah gereja di kota Negombo.

"Serangan bom terjadi di gereja kami, silakan datang dan bantu jika anggota keluarga Anda ada di sana," bunyi unggahan gereja di halaman Facebook.

Gus Dur Pernah Bicara soal Berebut Jadi Presiden, Alissa Wahid: Dalam Situasi Kini, Saya Rindu Bapak

Segera setelah itu, polisi mengkonfirmasi gereja ketiga di kota Batticaloa telah juga diserang, bersama dengan tiga hotel kelas atas di Colombo.

Sumber rumah sakit mengatakan warga negara Inggris, Belanda dan Amerika Serikat termasuk di antara yang tewas.

Selain itu, warga Inggris dan Jepang dilaporkan terluka dalam serangan itu. (Veronika Yasinta)

Artikel ini telah dipublikasikan Kompas.com dengan judul: Korban Tewas Jadi 156 Orang, Pelaku Ledakan di Sri Lanka Masih Misteri

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved