Teror Bom di Sri Lanka

Sehari Usai Teror di Sri Lanka, Polisi Temukan 87 Detonator Bom di Terminal Bus

Penemuan ini terjadi hanya sehari setelah serangkaian serangan bom menewaskan hampir 300 orang di Sri Lanka

Sehari Usai Teror di Sri Lanka, Polisi Temukan 87 Detonator Bom di Terminal Bus
AL JAZEERA
Suasana area gereja pasca-ledakan di Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). 

Dalam unggahan di Twitter itu, Fernando mengatakan, laporan yang dikeluarkan dinas intelijen asing itu telah memperingatkan rencana serangan pada 11 April atau 10 hari sebelumnya.

Dalam surat itu, disebutkan NTJ merupakan kelompok yang merencanakan serangan yang menghantam delapan tempat di Sri Lanka.

ISI Solo Gelar Acara Solo 24 Jam Menari Bertema Urip Mawa Murup, Urip Hanguripi

NTJ merupakan kelompok ekstremis yang dibentuk di Kattankudy, kota di kawasan timur Sri Lanka pada 2014.

Sejauh ini kelompok itu belum mempunyai sejarah mendalangi atau melakukan serangan massal mematikan.

Laporan tentang mereka yang pernah tercatat adalah dugaan melakukan perusakan sejumlah patung Buddha yang terjadi pada 2018.

Sedangkan, sumber dari komunitas Muslim Sri Lanka menuturkan, NTJ telah mengklaim dukungan kepada kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS).

Jasad Bayi yang Ditemukan di Tumpukan Material Dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo untuk Diautopsi

Sumber tersebut menjelaskan, Zahran Hashim yang disebut merupakan salah satu pelaku bom bunuh diri dalam serangan yang menyasar gereja serta hotel mewah itu adalah pendiri NTJ.

Dalam laporan intelijen itu, NTJ merencanakan serangan di ibu kota Kolombo dengan prediksi metode yang dipakai antara lain bom bunuh diri, serangan bersenjata, hingga serangan truk.

Intelijen asing yang memberikan informasi tersebut diyakini adalah Australia, salah satu anggota aliansi intelijen yang dikenal dengan nama Five Eyes.

Dokumen itu menunjukkan Kepala Polisi Sri Lanka Pujuth Jayasundara kemudian merilis peringatan kepada para pejabat tinggi negara bahwa si pelaku bakal menyerang "gereja penting".

Dokumen itu bahkan membeberkan nama-nama yang menjadi pelaku serangan, termasuk Hashim. (Kompas.com/Ervan Hardoko)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Sri Lanka Temukan 87 Detonator Bom di Terminal Bus"

Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved