Breaking News:

Sempat Kolaps karena Krisis Amerika Serikat, Industri Rotan Desa Trangsan Sukoharjo Mulai Bangkit

Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo sempat berjaya dengan industri olahan rotanya.

Penulis: Agil Tri | Editor: Fachri Sakti Nugroho
TribunSolo.com/Agil Tri
Sejumlah pekerja sedang membuat furnitur dari rotan, di Desa Trangsan, Gatak, Sukoharjo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo sempat berjaya dengan industri olahan rotanya.

Sentra Industri olahan rotan di Desa Transan ini merupakan yang terbesar di Jawa Tengah, dan menjadi terbesar ke-2 se Indonesia setelah sentra kerajinan serupa di Cirebon, Jawa Barat.

Sejak tahun 1937, olahan rotan menjadi mata pencaharian utama warga Desa Transan, meski bahan baku rotan di dapat dari luar Jawa.

Hasil olahan rotan di Desa Trangsan mayoritas di jual ke luar negeri, atau pasar utamanya adalah ekspor.

Desa Wisata Rotan Trangsan, Gatak, Sukoharjo Akan Kembali Gelar Grebeg Penjalin Akhir April 2019

Furnitur dari rotan, di Desa Trangsan, Gatak, Sukoharjo
Furnitur dari rotan, di Desa Trangsan, Gatak, Sukoharjo (TribunSolo.com/Agil Tri)

Menurut Pardi, Wakil Ketua Kelompok Rotan Desa Trangsan, dulu di Desa Trangsan terdapat sekitar 500 pengusaha rotan, baik skala besar (eksportir) dan skala menengah ke bawah (UMKM).

Dari 500 pengusaha tersebut, industri Rotan di Desa Trangsan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 7 ribu orang.

"Pemilik hampir keselurahan merupakan warga desa Trangsan, tapi kalau tenaga kerjanya kebanyakan dari luar Gatak seperti Jepara, Gunung Kidul, Wonogiri, dan sebagainya," katanya saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (23/4/2019).

Namun, sejak tahun 2008 yang diawali krisis di Amerika Serikat, industri Rotan di Desa Trangsan mulai goyang, karena banyak pesananan yang dibatalkan.

"Kita terlalu tergantung pada pasar ekspor, setelah ada krisis di AS pada 2008, banyak pengrajin yang dirugikan, karena permintaan menurun dan banyak yang dibatalkan," katanya.

Kampung Wisata Sepapringan, Destinasi Alternatif saat Berlibur di Kemuning Karanganyar

Tidak mendapatkan pasar, mengakibatkan banyak industri yang mulai gulung tikar, terlebih industri besar yang sangat mengandalkan pasar ekspor.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved