Teror Bom di Sri Lanka

Peduli Sri Lanka, Satpol PP dan P4GN Sukoharjo Ajak Ratusan Murid SMA Doa Bersama

Ratusan siswa SMA ikuti aksi kepedulian atas insiden teror bom Sri Lanka, yang mana anak-anak juga menjadi korban dalam teror ledakan bom tersebut.

Peduli Sri Lanka, Satpol PP dan P4GN Sukoharjo Ajak Ratusan Murid SMA Doa Bersama
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Tim P4GN Kabupaten Sukoharjo saat memegang tulisan Pray For Sri Lanka di GSP Setda Sukoharjo, Rabu (24/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ratusan siswa SMA yang mengikuti sosialisasi pencegahan narkoba dan minuman keras yang digelar Satpol PP Kabupaten Sukoharjo bersama tim Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), di Pendopo GSP Sukoharjo, Rabu (24/4/2019), diajak berdoa bersama mendoakan para korban bom Sri Lanka.

Dengan membawa beberapa tulisan bertuliskan 'Pray For Sri Lanka', ratusan siswa berdoa dipimpin penyuluh P4GN Kabupaten Sukoharjo, Agus Widanarko (Danar).

Menurut Danar, aksi ini sebagai bentuk kepedulian atas insiden teror bom Sri Lanka, yang mana anak-anak juga menjadi korban dalam teror ledakan bom tersebut.

"Korban kebanyakan anak-anak yang lagi ibadah, saya tau peristiwa itu langsung prihatin atas aksi itu," katanya.

Dia menambahkan, juga mengajak perwakilan pemuda Katolik dari Solo bernama Tatung sebagai wujud solidaritas.

"Kita juga mengajak perwakilan muda-mudi Katolik dari Santa Maria Regina sebagai wujud solidaritas," katanya.

Identitas Dua Bersaudara Pelaku Ledakan Bom Sri Lanka Terungkap

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan antinarkoba dan antiminuman keras kepada ratusan perwakilan siswa yang hadir.

Dengan metode penyuluhan dari P4GN yang mengenakan kostum superhero dan diselangi dengan bernyanyi bersama, ratusan siswa terlihat antusias mengikuti sosialisasi ini.

Beberapa materi tentang jenis-jenis narkoba, efek narkoba, serta efek mengonsumsi miras disampaikan dalam penyuluhan ini.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan Masyarakat Satpol PP Sukoharjo, Eko, penyuluhan diikuti sekitar 350 siswa dari 11 sekolah SMA baik swasta maupun negeri di Kabupaten Sukoharjo.

"Kami sering melakukan razia miras dan penyakit masyarakat sebagai kegiatan penindakan, pada acara ini kami lakukan langkah preventif agar masyarakat dan para siswa tidak terjerumus dalam penggunaan narkoba dan miras," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved