Breaking News:

Pemilu 2019

Pencoblosan Ulang di Tiga TPS di Sukoharjo Bukan karena Pelanggaran Kode Etik

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo tidak menemukan pelanggaran kode etik oleh penyelenggara Pemilu khususnya KPPS di tingkat TPS.

Penulis: Agil Tri | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Ilustrasi Kotak Suara di TPS Kota Solo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo tidak menemukan pelanggaran kode etik oleh penyelenggara Pemilu khususnya KPPS di tingkat TPS.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo, Nuril Huda, saat ditemui di kantornya, Jumat (26/4/2019).

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo menemukan pelanggaran di tiga TPS, sehingga terpaksa harus digelar Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Rencananya PSU akan digelar di TPS 05 Desa Karanganyar Kecamatan Weru, TPS 12 Desa Gedangan Kecamatan Grogol, TPS 07 Desa Toriyo Kecamatan Bendosari pada Sabtu (27/4/2019).

Hari Ini, KPU Sukoharjo akan Kirimkan Logistik untuk Pencoblosan Ulang

PSU dilakukan lantaran terjadi kesalahan, karena ada warga luar kota mencoblos tanpa membawa formulir A5.

TPS 07 Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, saat pemungutan suara ada seorang pindahan dari Kalimantan yang ikut mencoblos, tapi tidak membawa formulir A5 dan hanya menggunakan e-KTP.

Kasus yang sama juga terjadi di TPS 05 Desa Karanganyar, Kecamatan Weru hanya saja orang tersebut berasal dari Jakarta.

Sedangkan pemilih di TPS 12 Desa Gedangan, Kecamatan Grogol berasal dari Wonogiri.

Nuril menegaskan, tidak ada kesalahan kode etik oleh petugas KPPS sehingga Pemilu harus diulang.

“Divisi SDM sudah melakukan pemeriksiaan terkait pelanggaran kode etik yang dilakukan Penyelenggara Pemilu, khususnya KPPS di tingkat TPS.”

Seorang Petugas KPPS di Sukoharjo Meninggal Dunia, 15 Orang Lainnya Jatuh Sakit saat Bertugas

“Kami sudah laporkan saat di Pleno, dan tidak ada pelanggaran kode etik,” katanya.

Dia menambahkan, PSU ini terjadi murni karena kesalahan administrasi yang dilakukan petugas KPPS di tingkat TPS.

Sehingga saat PSU dilakuakan, KPU masih menggunakan petugas KPPS yang sama dengan Pemilu sebelumnya.

“Petugas KPPS masih kita pertahankan, dan sudah siap melaksanakan tugas saat PSU besok,” pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved