Cerita Icha Larasati Wisudawati Cumlaude UNS Solo, Pilih Kembali ke Asal Ketimbang Berkarier di Kota

Bagi Icha profesi guru adalah ibadah, karena menebarkan ilmu yang bermanfaat, dan termasuk amalan besar.

Cerita Icha Larasati Wisudawati Cumlaude UNS Solo, Pilih Kembali ke Asal Ketimbang Berkarier di Kota
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Icha Larasati Wisudawati Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Kampus VI UNS Solo asal Kebumen, usai acara wisuda Sabtu (27/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRUBUNSOLO.COM, SOLO - Di tengah budaya urbanisasi, ternyata masih ada beberapa orang yang lebih memilih untuk kembali ke daerahnya, dan berkontribusi membangun daerahnya.

Seperti yang dilakukan Icha Larasati, wisudawati Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo asal Kebumen Jawa Tengah, yang resmi menyandang gelarnya sebagai Sarjana Pendidikan (S.pd) pada Sabtu (27/4/2019).

"Kuliah bukan hasil yang dipentingkan, namun ada pengalaman di dalamnya yang hal tersebutlah sebenarnya yang malah menempa kami," terangnya saat berbincang dengan TribunSolo.com, usai acara wisuda UNS Solo, Sabtu (27/4/2019).

Mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Kampus VI UNS Kebumen tersebut juga berhasil menyelesaikan skripsinya selama 3,7 tahun, itulah yang mendasari satu di antaranya gelar cumlaude yang disandangnya.

Putrinya Bersama Pasha Ungu Beranjak Remaja dan Dipuji Kian Cantik, Okie Agustina Curhat Begini

Dan tentunya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,67 yang diraihnya.

"Namun sebetulnya bukan berapa tingginya IPK yang disoroti, yang terpenting adalah lebih kepada bagaimana kami para sarjana ini bermanfaat didapat mengaplikasikan ilmu kami dengan optimal kepada anak didik kami nanti," imbuh gadis kelahiran 4 Desember 1996.

Pihaknya juga menambahkan bahwasanya skirpsi itu tidak mudah, ada perjuangan di dalamnya, termasuk juga dalam membuat skripsinya yang berjudul 'Hubungan Kemandirian Belajar dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV se Kecamatan Buluspesantren Kebumen'.

Sementara, selepas gelar Sarjana Pendidikan ini, ia ingin kembali ke tempat kelahiran dan ingin membangun Kebumen.

Kunjungi SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Profesor dari Australia: Saya Tidak Setuju Ada PR

Ia pun tidak tertarik dengan budaya urbanisasi yang dilakukan orang lain.

Icha mengaku, hal tersebut didasari karena jumlah guru di Kebumen masih kurang, untuk itulah pihaknya ingin mengabdi ke Kebumen, berkontribusi terhadap kemajuan edukasi generasi bangsa di Kebumen.

Menjadi seorang guru awalnya bukan cita-cita gadis yang kerap disapa Icha ini, namun pihaknya menjalankan nasihat sang Ibu yang berprofesi sebagai seorang guru.

Baginya profesi guru adalah ibadah, karena menebarkan ilmu yang bermanfaat, dan termasuk amalan besar.

Hampir Tak Terekspos, Aktor FTV Ferly Putra Ternyata Berpacaran dengan Presenter Berita Eva Wondo

"Ibu saya berujar, Insya Allah jadi guru, pertama akhirat dapat, bonusnya dunia pun dapat," ucapnya.

Pihaknya juga memberikan kesan terhadap kampus almamaternya UNS di mana selalu meningkat pekan kualitas untuk kebutuhan mahasiswanya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved