Profesor Australia Menilai Sistem Pendidikan di Indonesia Hanya Fokus Menghafal Materi Pelajaran

Bill menyimpulkan bahwa fenomena tersebut terjadi karena sistem pendidikan yang belum mampu merangsang siswa untuk menjadi peneliti.

Profesor Australia Menilai Sistem Pendidikan di Indonesia Hanya Fokus Menghafal Materi Pelajaran
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Profesor bidang Matematika sekaligus peneliti ilmu sosial dari Curtin University of Australia, Bill Atweh, saat berinteraksi dengan siswa¬†SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Kamis (16/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo menerima kunjungan dari profesor bidang Matematika sekaligus peneliti ilmu sosial dari Curtin University of Australia, Bill Atweh.

Dalam kunjungan tersebut, Bill Atweh melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran di kelas-kelas, Kamis (25/4/2019) siang.

Ia pun berinteraksi dengan siswa dan guru yang mengajar.

Selesai mengunjungi beberapa kelas, kegiatan dilanjutkan dengan dialog dan sharing bersama guru.

Dalam dialog tersebut, Bill Atweh mengkritisi masih minimnya riset yang dilakukan oleh akademisi di Indonesia.

Bill menyimpulkan bahwa fenomena tersebut terjadi karena sistem pendidikan yang belum mampu merangsang siswa untuk menjadi peneliti.

"Sebagian besar hanya difokuskan pada kegiatan menghafal materi pelajaran," katanya.

Kunjungi SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Profesor dari Australia: Saya Tidak Setuju Ada PR

Menanggapi paparan Bill Atweh tersebut, guru Matematika kelas V, Andi Arfianto, menyatakan pentingnya para guru menggunakan metode pembelajaran yang mengajak siswa untuk lebih aktif.

"Kita perlu menerapkan lebih banyak metode yang melatih siswa bisa berpikir lebih kritis dan tidak sekedar menghafalkan,” katanya.

Kegiatan kunjungan Bill Atweh ini merupakan implementasi kerjasama sekolah mitra antara SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo dengan Prodi PGSD UMS.

Di akhir paparan, Bill Atweh menekankan pentingnya siswa memiliki kemampuan higher order thinking skills (HOTS) untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan.

"Kemampuan berpikir HOTS sangat ditentukan oleh metode pembelajaran dari guru yang memberikan ruang kepada siswa untuk aktif ," katanya. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved