PT Palma Satu Ditetapkan Sebagai Tersangka Korporasi dalam Kasus Suap Eks Gubernur Riau Annas Maamun

Dalam kasus ini KPK juga menjerat Annas Maamun, dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Riau, Gulat Medali Emas Manurung.

PT Palma Satu Ditetapkan Sebagai Tersangka Korporasi dalam Kasus Suap Eks Gubernur Riau Annas Maamun
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Eks Gubernur Riau Annas Maamun tahun 2015 lalu. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan PT Palma Satu sebagai tersangka dalam kasus korupsi alih fungsi hutan.

PT Palma Satu diduga terlibat dalam kasus korupsi terkait ‎pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau, tahun 2014.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menerangkan, penetapan tersangka merupakan pengembangan kasus Gubernur Riau periode 2014-2019, Annas Maamun.

KPK juga menetapkan dua pengurus yakni, Legal Manager PT Duta Palma Group, Suheri Terta dan Pemilik PT Darmex Group atau PT Duta Palma, Surya Darmadi, sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Geledah Ruang Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, KPK Sita Dokumen Perdagangan Gula

"Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan perkara‎ tersebut ke penyidikan dan menetapkan tiga pihak sebagai tersangka," ujar Laode di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019).

Penetapan tersangka satu korporasi, dan dua orang lain merupakan hasil pengembangan yang dilakukan KPK dari operasi tangkap tangan (OTT) pada 25 September 2014.

KPK mengamankan uang dengan nilai total Rp 2 miliar dalam pecahan dollar Amerika Serikat dan rupiah saat itu.

KPK menjerat Annas Maamun, dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Riau, Gulat Medali Emas Manurung.

Namanya Disebut oleh Camat Purwantoro soal Kampanye Pemilu 2019, Bupati Wonogiri Beri Klarifikasi

Keduanya telah divonis bersalah di tingkat Pengadilan Tipikor Jakarta hingga Mahkamah Agung.

Surya diduga menawarkan Annas Maamun fee sejumlah Rp 8 miliar melalui Gulat, apabila areal perkebunan perusahaannya masuk dalam revisi SK Menteri Kehutanan tentang perubahan kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved