Fokus Tugas Kepala Daerah, Bupati Wonogiri Mengaku Belum Pikirkan Pilbup 2020

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengaku belum memikirkan masalah Pilihan Bupati (Pilbup) tahun 2020 mendatang

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Agil Tri
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat ditemui di Kantor Bawaslu Wonogiri, Senin (29/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengaku belum memikirkan masalah Pilihan Bupati (Pilbup) tahun 2020 mendatang.

Pada 2015 lalu, untuk pertama kalinya dia terpilih menjadi Bupati Wonogiri periode jabatan 2015-2010.

Dia dan pasangannya yang saat ini menjabat Wakil Bupati Wonogiri, Edi Santoso berhasil unggul atas pesaingnya yaitu Hamid Noor Yasin yang berpasangan dengan Wawan Setyo Nugroho.

Meski Pilbup kurang satu tahun lagi, saat ini Joko Sutopo masih fokus untuk membenahi Wonogiri dan mengurangi angka kemiskinan.

"Saat ini saya lebih berprinsip pada tanggungjawab saya menjadi kepala daerah, RPJM kami sudah jelas, dalam lima tahun saya harus kemana dan berbuat apa, nanti biar masyarakat yang melihat."

Kementerian Pariwisata RI Siapkan Strategi untuk Capai 20 Juta Wisatawan Mancanegara di 2019

"Saya ada target angka kemiskinan harus ada di 9 persen, saat ini angkanya 10,7 persen, saya masih ada waktu dua tahun, semoga saja target saya tercapai," katanya saat ditemui di Kantor Bawaslu Wonogiri, Senin (29/4/2019).

Dia menambahkan pihaknya masih fokus pada program-program untuk membangun Kabupaten Wonogiri.

Di Wonogiri, PDI Perjuangan mendapatkan kursi sebanyak 22 kursi, namun Joko masih belum memikirkan hal tersebut, untuk membuatnya fokus pada program Pemda Wonogiri.

"Dalam politik itu penuh ketidakpastian, kalkulasi politik boleh, namun dalam politik satu tambah satu jawabannya belum tentu dua, maka saya tidak ingin terganggu itu."

"Capaian ini adalah capaian bersama, ada sinergisitas, ada kesadaran kolektif dan persamaan demokrasi di Masyarakat, ini luar biasa," imbuhnya.

Jelang Bulan Ramadan, Pemkot Solo Sosialisasikan Aturan Tegas untuk Usaha Hiburan Malam

Dia mengaku, saat ini dirinya belum melakukan komunikasi politik yang mengarah pada Pilbup 2020 dengan Parpol lain, meski penghitungan internal partai sudah keluar.

"Saya tidak ada manuver politik, saat ini energi saya masih untuk memikirkan mana yang kurang mana yang harus dibenahi, biar nanti mengalir dan natural," katanya pria yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri ini.

Dia menambahkan, mempersilahkan untuk pihak-pihak lain yang ingin mendeklarasikan diri untuk Pilbup 2020 mendatang.

"Untuk pihak-pihak yang lain berkeinginan monggo, diera demokrasi ada kebebasan dan ada aktualisasi berdasarkan keinginan dan hitungan politik."

"Saya punya satu prinsip, kepercayaan bisa jadi awal mula dari kekalahan jika tidak bisa dikelola dengan baik, maka kita akan mengelola dengan baik, terstruktur, terukur dengan program-program yang menjawab isu-isu strategis," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved