Tiga Wilayah Ini Digadang-gadang Berpotensi Jadi Ibu Kota Indonesia yang Baru

Ada tiga kota yang digadang-gadang berpotensi dipilih untuk menjadi ibu kota negara Indonesia yang baru, pengganti Jakarta.

Tiga Wilayah Ini Digadang-gadang Berpotensi Jadi Ibu Kota Indonesia yang Baru
KOMPAS/MEGANDIKA WICAKSONO
Warga Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menikmati senja di kafe tepi Sungai Kahayan, Jumat (10/4/2015). Keindahan alam, termasuk potensi wisata susur sungai, menjadi salah satu potensi wisata Palangkaraya. Namun, pengelolaan potensi itu belum optimal. 

TRIBUNSOLO.COM - Ada tiga kota yang digadang-gadang berpotensi dipilih untuk menjadi ibu kota negara Indonesia yang baru, pengganti Jakarta.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo setuju ibu kota pindah ke luar Jawa.

Berdasarkan hasil rapat terbatas yang digelar Istana Negara pada Senin (29/4/2019).

Namun, pemerintah belum secara terbuka menyebut daerah mana yang menjadi kandidat Ibu Kota pengganti Jakarta nantinya.

Meski begitu, ada sejumlah wilayah yang potensial jadi Ibu Kota Negara karena memiliki risiko bencana yang relatif minim berdasarkan catatan pemerintah.

"Kalau lihat dari peta kebencanaan, saya tidak mengatakan bahwa ini adalah kandidat-kandidatnya (jadi Ibu Kota)," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, Jakarta, Selasa (30/4/2019), dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Rencana Jokowi Pindahkan Ibu Kota ke Luar Jawa, Pembangunan Kota Jakarta Dipastikan Tidak Berhenti

"Berdasarkan peta kebencanaan itu Sumatera bagian timur itu relatif risiko bencananya kecil, Kalimantan keseluruhan dan Sulawesi bagian selatan, khususnya Sulawesi Selatan," sambung dia.

Bambang enggan mengungkapkan lebih rinci terkait daerah yang potensial menjadi Ibu Kota Negara.

Termasuk saat sejumlah wartawan menanyakan beberapa kota yang sebelumnya ramai akan dijadikan Ibu Kota misalnya Palangkaraya. 

Soal dana, Bambang menyebut, perkiraan biaya untuk membangun ibu kota baru seluas 40.000 hektar mencapai Rp 466 triliun.

Lahan seluas 40.000 hektar dibutuhkan jika jumlah penduduk mencapai 1,5 juta jiwa yang terdiri dari seluruh aparatur sipil negara termasuk anggota TNI-Polri.

Adapun skenario kedua, dengan keperluan luas lahan 30.000 hektar, diperkirakan membutuhkan biaya Rp 323 triliun dengan jumlah orang yang bermigrasi yakni 870.000 jiwa. (Kompas.com/Yoga Sukmana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Minim Risiko Bencana, Ini 3 Wilayah yang Potensial Jadi Ibu Kota"

Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved