Pakar Tata Kota Sebut Pemindahan Ibu Kota Dapat Urai Kemacetan Jakarta

Ahli perkotaan dari Universitas Indonesia Mohammed Ali Berawi mengatakan, rencana pemindahan ibu kota Indonesia dapat mengurai kemacetan di Jakarta

Pakar Tata Kota Sebut Pemindahan Ibu Kota Dapat Urai Kemacetan Jakarta
Kompas.com/Sherly Puspita
Lalu lintas di ruas Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan terpantau lancar, Jumat (15/6/2018) sore. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Ahli perkotaan dari Universitas Indonesia Mohammed Ali Berawi mengatakan, rencana pemindahan ibu kota Indonesia dapat mengurai kemacetan di Jakarta.

"Dengan adanya pemindahan ibu kota sebenarnya bisa mengurangi kemacetan sekitar 20-30 persen di Jakarta," ucap Ali saat ditemui di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Depok, Jawa barat, Selasa (30/4/2019).

Menurut dia, pemindahan ibu kota otomatis mengurangi populasi penduduk lantaran memindahkan aparatur sipil Negara (ASN) yang bertugas di Jakarta.

"Kalau seandainya jumlah ASN yang dipindah ditambah jumlah anggota keluarga (ASN), pastinya akan menghasilkan jumlah (orang yang berpindah dari Jakarta) yang cukup signifikan," ujarnya.

Sekelompok Orang Tak Dikenal Serang Pos Polisi di Margonda Depok

Selain itu, lanjut dia, sebenarnya perkembangan transportasi massal di Jakarta, seperti MRT dan LRT, perlahan sudah mulai mengurai kemacetan.

Dengan demikian, ia memandang positif rencana pemindahan ibu kota.

"Artinya kemacetan bisa terurai, otomatis karena memindahkan ke dalam jumlah yang cukup signifikan"

"Kemudian yang kedua, otomatis juga terbentuk simpul-simpul kota baru yang dapat menggerakkan urbanisasi dan perpindahan aktivitas ekonomi," ujar Ali. '

Ditetapkan sebagai Tersangka oleh KPK, Bupati Talaud Mengaku Bingung, Ini Alasannya

Adapun, rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke luar Pulau Jawa sedang digodok pemerintahan Joko Widodo.

Rencana tersebut tengah dikaji secara matang oleh Bappenas. (Kompas.com/Cynthia Lova)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemindahan Ibu Kota Dinilai Dapat Urai Kemacetan Jakarta"

Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved