Pemilu 2019

Hadiri Sidang Perdana Dugaan Pelanggaran Pemilu, Caleg DPR RI NRK Didampingi 5 Pengacara

caleg berinisial NRK, menghadiri sidang perdananya yang beragendakan pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Sukoharjo, Kamis (2/5/2019).

Hadiri Sidang Perdana Dugaan Pelanggaran Pemilu, Caleg DPR RI NRK Didampingi 5 Pengacara
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Proses sidang NR, di Pengadilan Negeri Sukoharjo, Kamis (2/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Terdakwa kasus pelanggaran pemilu, caleg berinisial NRK, menghadiri sidang perdananya yang beragendakan pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Sukoharjo, Kamis (2/5/2019).

Pada sidang perdanya ini, dia didampingi lima kuasa hukumnya dari kantor Hukum Fortuna Sukoharjo, yang dipimpin Ratno Agustyo Utomo.

NRK sendiri merupakan Caleg dari DPR RI dari Partai Gerindra yang melakukan kegiatan kampanye ditempat ibadah beberapa waktu lalu.

Usai sidang, NRK mengatakan kehadiraannya peda sidang ini sebagai bentuk warga negara yang baik.

Lantik 12 Lembaga dan Lajnah, Ketua PCNU Solo: Jangan Cari Keuntungan Pribadi di Organisasi

"Saya hadir untuk menunjukan saya sebagai warga negara yang baik, dan saya kooperatif dalam proses ini."

"Ini tindak pidana pemilu, saya baru mengalami proses hukum kali ini, untuk selebihnya biar mas Ratno yang menambahi," ungkap dia.

Ratno menambahkan, sidang pertama ini baru membacakan dakwaan, dari dakwaan yang ada ia sepakat tidak melakukan eksepsi.

"Kita melihat dalam pembacaan dakwaan tadi menyangkut fakta-fakta yang ada, tapi latar belakang yang terjadinya pokok dakwaan belum diungkapkan."

"Nanti dalam proses pemeriksaan perkara antara saksi dan bukti-bukti yang ada akan kita lihat apa yang melatar belakangi pokok dakwaan ini," kata Ratno.

3 Caleg Gerindra Diprediksi Lolos di DPRD Solo, Satu di Antaranya Putra Mantan Bupati Sukoharjo

NRK terbukti melanggar undang-undang Pasal 521 yang berbunyi setiap pelaksana, peserta dan atau tim kapanye yang dengan sengaja melanggar larangan kampanye seperti yang dimaksud pasal 280 ayat 1.

"Pasal yang dikenakan pasal 280 ayat 1 huruf h dam j tentang larangan kampanye di tempat ibadah dan money politik," ujar Ratno.

Dia memperkirkan sidang akan selesai dalam satu minggu, yang mana dalam aturan PKPU harus selesai dalam dua minggu.

Akibat perbuatannya NRK terancam kurungan paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved