Diduga Jadi Pelaku Pemukulan Pegawai Hotel di Surabaya, Pilot Lion Air Tidak Diizinkan Terbang

Maskapai penerbangan Lion Air, untuk sementara tidak memberikan izin terbang terhadap seorang pilotnya berinisial AG

Diduga Jadi Pelaku Pemukulan Pegawai Hotel di Surabaya, Pilot Lion Air Tidak Diizinkan Terbang
TRIBUNNEWS.COM/KOMPAS.COM
Ilustrasi Pesawat Boeing 737 Max 8 Lion Air. 

TRIBUNSOLO.COM - Maskapai penerbangan Lion Air, untuk sementara tidak memberikan izin terbang terhadap seorang pilotnya berinisial AG, karena diduga melakukan pemukulan terhadap salah satu pegawai hotel di Surabaya, Jawa Timur.

"Atas hal tersebut, Lion Air sudah melaksanakan aturan perusahaan dengan tidak menugaskan AG sesuai profesinya atau tidak memberikan izin tugas terbang (grounded)," ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, melalui keterangan resmi yang diterima Kompas.com. Kamis (2/4/2019).

Danang mengatakan, saat ini manajemen Lion Air tengah melakukan proses pengumpulan data, informasi dan keterangan lain yang dibutuhkan guna kepentingan investigasi atau penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan tersebut.

Kebun Raya Indrokilo Segera Diresmikan, Bupati Boyolali Inginkan Jam Buka Siang dan Malam

Apabila AG terbukti bersalah setelah keputusan penyelidikan selesai, maka Lion Air akan memberikan sanksi tegas dengan memberhentikan AG dari perusahaan.

"Lion Air sangat patuh menerapkan dan mengutamakan budaya kedisiplinan di semua lini, termasuk perilaku ataupun etika karyawan"

"Kebijakan ini dalam rangka mengedepankan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first)," ujar Danang. (Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diduga Pukul Pegawai Hotel, Pilot Lion Air Tidak Diizinkan Terbang"

Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved